Cara Membuat Deskripsi Produk yang Menarik agar Customer Mau Membeli

Cara Membuat Deskripsi Produk yang Menarik agar Customer Mau Membeli

Admin Qlike
Admin Qlike
Sep 9, 2026
8 min read
3 views

Ketika berjualan online, customer tidak bisa menyentuh, mencoba, atau melihat produk secara langsung. Karena itu, informasi yang kamu tampilkan di halaman produk sebagai deskripsi produk menjadi sangat penting.

Salah satu bagian yang sering dianggap sepele adalah deskripsi produk. Padahal, deskripsi yang jelas dapat membantu customer memahami apa yang kamu jual, siapa yang cocok menggunakannya, apa manfaatnya, dan bagaimana cara mendapatkannya.

Deskripsi produk yang baik bukan berarti harus panjang. Yang lebih penting adalah informasinya relevan, mudah dipahami, dan membantu customer mengambil keputusan.

Apa Itu Deskripsi Produk?

Deskripsi produk adalah informasi yang menjelaskan sebuah produk kepada calon customer.

Biasanya deskripsi berisi hal-hal seperti:

  • Apa nama dan jenis produknya

  • Apa manfaat atau kegunaannya

  • Siapa yang cocok menggunakan produk tersebut

  • Bahan atau spesifikasi produk

  • Ukuran atau pilihan varian

  • Isi produk

  • Cara penggunaan

  • Cara pemesanan

Isi deskripsi tentu berbeda tergantung jenis produk yang dijual.

Deskripsi untuk makanan akan berbeda dengan deskripsi pakaian. Begitu juga deskripsi produk digital akan berbeda dengan deskripsi jasa.

Kenapa Deskripsi Produk Penting untuk Jualan Online?

Ketika customer datang ke toko fisik, mereka bisa bertanya langsung kepada penjual atau melihat produk dari dekat.

Di toko online, sebagian besar informasi tersebut harus diberikan melalui halaman produk.

Bayangkan seseorang melihat sebuah produk dengan foto yang bagus, tetapi tidak ada harga, ukuran, bahan, isi, atau informasi pemesanan. Customer mungkin tertarik, tetapi akhirnya memilih mencari produk lain karena informasinya tidak cukup.

Deskripsi produk membantu mengurangi kebingungan tersebut.

Jangan Hanya Menjelaskan Produk, Jelaskan Manfaatnya

Salah satu kesalahan umum adalah hanya menyebutkan karakteristik produk.

Misalnya:

“Tas kanvas ukuran 30 × 40 cm dengan bahan kanvas.”

Informasi tersebut memang berguna, tetapi masih bisa dibuat lebih membantu.

Contohnya:

“Tas kanvas berukuran 30 × 40 cm yang cocok digunakan untuk membawa laptop, buku, atau perlengkapan sehari-hari.”

Keduanya memberikan informasi tentang produk, tetapi contoh kedua membantu customer membayangkan penggunaan produk tersebut.

Karakteristik menjelaskan apa yang dimiliki produk.

Manfaat menjelaskan mengapa karakteristik tersebut berguna bagi customer.

Gunakan Formula Sederhana untuk Menulis Deskripsi

Kalau kamu masih bingung, gunakan struktur sederhana berikut:

Produk → Manfaat → Spesifikasi → Cocok untuk siapa → Cara membeli

Contohnya:

“Notebook hardcover untuk mencatat pekerjaan, kuliah, atau aktivitas sehari-hari. Memiliki 100 halaman dengan ukuran A5 dan desain minimalis. Cocok untuk pelajar, mahasiswa, maupun pekerja yang membutuhkan notebook praktis untuk dibawa. Tersedia dalam beberapa pilihan warna.”

Struktur seperti ini sudah cukup untuk membuat customer memahami produk tanpa harus membaca penjelasan yang terlalu panjang.

1. Mulai dengan Kalimat yang Menjelaskan Produk

Kalimat pertama sebaiknya langsung menjelaskan produk.

Jangan membuat customer menebak-nebak apa yang sebenarnya dijual.

Contoh:

“Kemeja linen lengan panjang dengan desain minimalis untuk aktivitas sehari-hari.”

Lebih jelas dibanding:

“Tampil lebih percaya diri setiap hari!”

Kalimat kedua bisa digunakan sebagai bagian dari copywriting, tetapi customer tetap membutuhkan informasi mengenai produk.

2. Jelaskan Manfaat Produk

Setelah menjelaskan produknya, beritahu customer apa manfaatnya.

Misalnya kamu menjual botol minum:

“Botol minum berukuran 750 ml yang praktis dibawa saat bekerja, olahraga, atau bepergian.”

Kamu tidak hanya menjelaskan ukuran, tetapi juga memberikan konteks penggunaannya.

Manfaat tidak harus dibuat berlebihan. Hindari klaim yang tidak bisa kamu buktikan hanya agar produk terlihat lebih menarik.

3. Tulis Spesifikasi dengan Jelas

Spesifikasi membantu customer mengetahui detail produk sebelum membeli.

Untuk produk fisik, kamu bisa mencantumkan:

  • Ukuran

  • Berat

  • Bahan

  • Warna

  • Varian

  • Isi

  • Kapasitas

Untuk produk elektronik, bisa ditambahkan spesifikasi teknis seperti ukuran layar, kapasitas penyimpanan, konektivitas, atau fitur tertentu.

Untuk produk digital, kamu bisa mencantumkan:

  • Format file

  • Jumlah halaman

  • Jumlah template

  • Ukuran file

  • Software yang dibutuhkan

  • Cara mendapatkan produk

  • Jenis lisensi

Tidak semua produk membutuhkan semua informasi tersebut. Pilih spesifikasi yang memang relevan.

4. Jelaskan Produk Ini Cocok untuk Siapa

Bagian ini sering dilupakan.

Customer ingin mengetahui apakah produk tersebut memang cocok untuk kebutuhannya.

Contohnya:

“Cocok untuk mahasiswa, fresh graduate, dan pencari kerja yang ingin membuat CV dengan tampilan profesional.”

Kalimat tersebut membantu target customer langsung mengenali dirinya.

Kamu juga bisa menjelaskan kondisi atau kebutuhan tertentu yang cocok dengan produk.

Misalnya:

“Cocok untuk pemilik UMKM yang ingin menampilkan daftar produk secara online tanpa membuat website dari awal.”

5. Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami

Tidak perlu menggunakan kata-kata yang terlalu rumit.

Tujuan deskripsi bukan untuk menunjukkan bahwa kamu memiliki kemampuan menulis yang hebat. Tujuannya adalah membuat customer memahami produk.

Gunakan kalimat yang sederhana dan langsung.

Daripada:

“Menghadirkan sebuah pengalaman penggunaan yang optimal melalui material berkualitas tinggi.”

Lebih baik:

“Dibuat menggunakan bahan yang nyaman dan cocok digunakan sehari-hari.”

Bahasa yang sederhana biasanya lebih mudah dipahami.

6. Hindari Deskripsi yang Terlalu Berlebihan

Kata seperti:

  • terbaik

  • nomor satu

  • paling murah

  • paling berkualitas

  • luar biasa

  • wajib punya

boleh digunakan dalam konteks tertentu, tetapi jangan memenuhi seluruh deskripsi dengan klaim seperti itu.

Customer lebih membutuhkan informasi konkret.

Daripada menulis:

“Tas terbaik dengan kualitas super premium!”

lebih baik jelaskan:

“Menggunakan bahan kanvas tebal dengan kompartemen utama dan satu kantong depan.”

Informasi konkret membuat customer memiliki dasar untuk menilai produk.

7. Gunakan Bullet Point untuk Informasi Penting

Tidak semua informasi harus ditulis dalam paragraf.

Untuk spesifikasi, bullet point sering kali lebih mudah dibaca.

Contohnya:

Spesifikasi:

  • Bahan: Kanvas

  • Ukuran: 30 × 40 cm

  • Warna: Hitam, putih, dan cokelat

  • Kapasitas: Hingga 10 kg

  • Penggunaan: Aktivitas sehari-hari

Customer bisa langsung menemukan informasi yang mereka cari.

8. Sesuaikan Deskripsi dengan Jenis Produk

Tidak ada satu template deskripsi yang cocok untuk semua produk.

Deskripsi makanan

Fokus pada:

  • Jenis makanan

  • Rasa

  • Ukuran atau porsi

  • Isi

  • Bahan utama jika relevan

  • Cara penyimpanan

  • Cara pemesanan

Deskripsi pakaian

Fokus pada:

  • Bahan

  • Ukuran

  • Warna

  • Model

  • Cutting

  • Cara perawatan

Deskripsi kosmetik

Fokus pada:

  • Jenis produk

  • Kegunaan

  • Cara penggunaan

  • Isi

  • Informasi penting mengenai produk

Deskripsi produk digital

Fokus pada:

  • Apa yang didapatkan

  • Format file

  • Jumlah file atau halaman

  • Cara penggunaan

  • Software yang dibutuhkan

  • Ketentuan penggunaan

Deskripsi jasa

Fokus pada:

  • Jenis layanan

  • Apa yang termasuk

  • Proses pengerjaan

  • Estimasi waktu

  • Hasil yang diberikan

  • Cara melakukan pemesanan

Dengan menyesuaikan informasi berdasarkan jenis produk, deskripsi akan terasa lebih relevan.

9. Berikan Informasi yang Sering Ditanyakan Customer

Perhatikan pertanyaan yang sering muncul di WhatsApp atau chat.

Misalnya banyak customer bertanya:

“Ukurannya berapa?”

Berarti ukuran harus dibuat lebih terlihat di halaman produk.

Jika banyak yang bertanya:

“Ini dapat berapa file?”

Maka informasi tersebut sebaiknya dimasukkan langsung ke deskripsi produk digital.

Pertanyaan yang berulang sebenarnya bisa menjadi petunjuk bahwa informasi di halaman produk masih kurang jelas.

10. Buat Deskripsi yang Mudah Dibaca di HP

Sebagian besar customer online menggunakan perangkat mobile, sehingga deskripsi sebaiknya tidak berupa satu paragraf panjang.

Gunakan:

  • Paragraf pendek

  • Subheading jika diperlukan

  • Bullet point

  • Informasi penting yang mudah ditemukan

Hindari membuat customer harus membaca blok teks panjang hanya untuk menemukan harga atau ukuran produk.

11. Masukkan Informasi Harga dengan Jelas

Harga merupakan informasi penting ketika customer mempertimbangkan sebuah produk.

Jangan membuat customer harus bertanya hanya untuk mengetahui harga, kecuali memang model bisnis kamu mengharuskan harga berdasarkan kebutuhan atau negosiasi.

Jika terdapat beberapa varian dengan harga berbeda, jelaskan perbedaannya.

Contohnya:

  • Paket Basic — Rp25.000

  • Paket Standard — Rp50.000

  • Paket Premium — Rp75.000

Dengan begitu, customer bisa membandingkan pilihan dengan lebih mudah.

12. Tambahkan Cara Pemesanan

Setelah customer membaca deskripsi dan tertarik, mereka perlu tahu langkah selanjutnya.

Misalnya:

“Untuk melakukan pemesanan, klik tombol WhatsApp dan kirimkan nama produk serta jumlah yang ingin dipesan.”

Atau jika menggunakan produk digital:

“Setelah pembayaran dikonfirmasi, file akan dikirim melalui link download.”

Jangan membuat customer menebak bagaimana cara membeli produk.

13. Gunakan Foto dan Deskripsi Secara Bersamaan

Foto dan deskripsi memiliki fungsi yang berbeda.

Foto membantu customer melihat produk.

Deskripsi membantu customer memahami produk.

Karena itu, jangan hanya mengandalkan salah satunya.

Untuk pakaian misalnya, foto dapat menunjukkan warna dan model. Deskripsi kemudian menjelaskan bahan, ukuran, dan detail lainnya.

Untuk produk digital, screenshot atau mockup dapat menunjukkan isi produk, sedangkan deskripsi menjelaskan apa saja yang akan diterima pembeli.

14. Contoh Deskripsi Produk yang Kurang Efektif

Misalnya kamu menjual template CV.

Deskripsi seperti ini:

“Template CV keren dan profesional! Cocok untuk semua orang. Desain premium, modern, dan wajib punya. Jangan sampai ketinggalan!”

Masalahnya, customer belum tahu apa yang sebenarnya mereka dapatkan.

Informasinya terlalu umum.

15. Contoh Deskripsi Produk yang Lebih Jelas

Deskripsi tersebut bisa diubah menjadi:

“Template CV minimalis yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan. Tersedia dalam format yang mudah diedit dan memiliki beberapa bagian untuk profil, pengalaman kerja, pendidikan, serta keahlian.

Cocok untuk mahasiswa, fresh graduate, dan pencari kerja yang ingin membuat CV dengan struktur yang rapi.

Yang didapatkan:

  • 1 template CV

  • Format file sesuai yang tercantum pada produk

  • Panduan penggunaan

Setelah pembelian, file dapat diakses melalui link yang diberikan.”

Deskripsi tersebut tidak perlu menggunakan banyak kata promosi. Customer sudah mendapatkan informasi yang lebih konkret mengenai produk.

16. Gunakan Deskripsi untuk Menjawab Keraguan Customer

Sebelum membeli, customer biasanya memiliki beberapa pertanyaan.

Misalnya:

  • Apakah ukurannya cocok?

  • Apa saja yang didapat?

  • Apakah produknya sesuai kebutuhan saya?

  • Bagaimana cara mendapatkannya?

  • Apa saja pilihannya?

  • Bagaimana cara menggunakannya?

Coba pikirkan pertanyaan yang mungkin muncul sebelum seseorang membeli produk kamu.

Kemudian, jawab pertanyaan tersebut melalui halaman produk.

Dengan begitu, deskripsi produk tidak hanya menjadi tempat untuk menjelaskan produk, tetapi juga membantu mengurangi keraguan calon customer.

17. Buat Template Deskripsi Produk

Jika kamu memiliki banyak produk, menulis deskripsi dari awal untuk setiap produk bisa melelahkan.

Buat template sederhana.

Contohnya:

Nama Produk

Penjelasan singkat mengenai produk dan manfaat utamanya.

Keunggulan:

  • Keunggulan pertama

  • Keunggulan kedua

  • Keunggulan ketiga

Spesifikasi:

  • Ukuran:

  • Bahan:

  • Warna:

  • Isi:

Cocok untuk:

  • Target customer

Cara Pemesanan:

Instruksi pemesanan.

Template ini dapat membantu menjaga informasi produk tetap konsisten.

18. Jangan Copy Deskripsi Kompetitor

Ketika baru mulai jualan, mungkin kamu tergoda mengambil deskripsi dari toko lain.

Sebaiknya hindari cara tersebut.

Selain membuat toko terlihat kurang original, deskripsi dari toko lain belum tentu sesuai dengan produk kamu.

Gunakan produk kamu sendiri sebagai sumber informasi dan tulis ulang menggunakan bahasa yang sesuai dengan customer kamu.

19. Hubungkan Deskripsi dengan Katalog Online

Jika kamu menggunakan katalog online, setiap produk sebaiknya memiliki informasi yang cukup sehingga customer bisa memahami produk tanpa harus bertanya untuk hal-hal dasar.

Katalog online dapat menjadi tempat untuk menyatukan:

  • Foto produk

  • Nama produk

  • Harga

  • Deskripsi

  • Kategori

  • Varian

  • Link pemesanan

Dengan begitu, kamu cukup membagikan satu link katalog melalui WhatsApp, Instagram, atau media sosial lainnya.

Baca juga: Cara Membuat Katalog Produk Online Gratis untuk Jualan

20. Checklist Deskripsi Produk Sebelum Dipublikasikan

Sebelum mengunggah produk, coba cek beberapa hal berikut:

  • Nama produk sudah jelas

  • Manfaat produk sudah dijelaskan

  • Foto produk sudah tersedia

  • Harga sudah dicantumkan

  • Spesifikasi sudah lengkap

  • Varian sudah dijelaskan

  • Target pengguna sudah jelas

  • Cara pemesanan sudah tersedia

  • Bahasa mudah dipahami

  • Tidak ada klaim berlebihan

  • Deskripsi mudah dibaca melalui HP

Jika sebagian besar sudah terpenuhi, halaman produk kamu sudah jauh lebih informatif.

Kesimpulan

Deskripsi produk yang menarik bukan berarti harus menggunakan kata-kata promosi sebanyak mungkin.

Deskripsi yang baik justru membantu customer memahami produk dengan cepat: apa produknya, apa manfaatnya, cocok untuk siapa, apa yang didapatkan, berapa harganya, dan bagaimana cara membelinya.

Mulailah dengan informasi yang sederhana dan konkret. Setelah mendapatkan pertanyaan dari customer, gunakan pertanyaan tersebut untuk memperbaiki deskripsi produk.

Jika produk kamu dijual melalui katalog online, pastikan setiap produk memiliki informasi yang cukup sehingga customer dapat melihat dan memahami produk dalam satu tempat.

Dengan katalog yang rapi, foto yang jelas, harga yang transparan, dan deskripsi yang informatif, proses dari melihat produk → tertarik → bertanya → membeli dapat menjadi lebih sederhana.

Artikel Lainnya: