Cara Membuat Katalog Produk Online Gratis untuk Jualan

Cara Membuat Katalog Produk Online Gratis untuk Jualan

Admin Qlike
Admin Qlike
Sep 7, 2026
8 menit baca
2 dilihat

Ketika mulai berjualan online, salah satu hal yang perlu dipikirkan adalah bagaimana cara menampilkan produk kepada calon customer dan katalog produk online gratis.

Tidak semua penjual membutuhkan website yang kompleks. Jika tujuan utamanya adalah menampilkan produk, harga, foto, dan informasi pemesanan, katalog produk online bisa menjadi pilihan yang lebih sederhana.

Dengan katalog online, kamu bisa mengumpulkan produk dalam satu halaman dan membagikan link-nya kepada customer melalui WhatsApp, Instagram, TikTok, atau media sosial lainnya.

Menariknya, kamu juga bisa membuat katalog produk online secara gratis tanpa harus memiliki kemampuan coding.

Lalu, bagaimana caranya?


Apa Itu Katalog Produk Online?

Katalog produk online adalah halaman digital yang digunakan untuk menampilkan produk secara terstruktur.

Jika katalog konvensional biasanya berbentuk buku atau lembaran yang berisi foto dan informasi produk, katalog online memiliki fungsi yang sama tetapi dapat diakses melalui internet.

Sebuah katalog online dapat berisi:

  • Foto produk

  • Nama produk

  • Harga

  • Deskripsi

  • Kategori

  • Variasi produk

  • Informasi toko

  • Kontak

  • Link pemesanan

Customer cukup membuka satu link untuk melihat produk yang tersedia.

Ini membuat katalog online cocok untuk bisnis yang sering membagikan produk melalui WhatsApp atau media sosial.


Kenapa Penjual Membutuhkan Katalog Online?

Bayangkan kamu memiliki 30 produk dan seorang customer bertanya:

“Kak, boleh lihat semua produknya?”

Tanpa katalog, kamu mungkin harus mengirim banyak foto satu per satu.

Selain membuat chat menjadi panjang, customer juga harus membuka banyak gambar untuk mencari produk yang mereka inginkan.

Dengan katalog online, kamu cukup mengirim:

“Boleh Kak, semua produk bisa dilihat di sini: [link katalog]”

Customer kemudian dapat melihat daftar produk sendiri.

Kamu bisa menggunakan waktu untuk melayani pertanyaan yang lebih penting daripada mengirim foto produk berulang kali.


Apakah Katalog Online Harus Berbayar?

Tidak selalu.

Ada platform yang memungkinkan kamu membuat katalog online secara gratis atau menyediakan paket gratis dengan fitur tertentu.

Untuk pemula, paket gratis sering kali sudah cukup untuk mencoba konsep katalog online dan melihat apakah sistem tersebut cocok dengan bisnis.

Yang perlu diperhatikan adalah fitur yang tersedia pada masing-masing platform.

Beberapa layanan mungkin membatasi jumlah produk, desain, domain, atau fitur tertentu pada paket gratis.

Karena itu, pilih platform berdasarkan kebutuhan bisnis, bukan hanya berdasarkan label “gratis”.


Cara Membuat Katalog Produk Online Gratis

Secara umum, prosesnya cukup sederhana.

1. Tentukan Produk yang Akan Ditampilkan

Mulailah dengan memilih produk yang memang ingin kamu jual.

Tidak perlu langsung memasukkan semua produk.

Kalau kamu memiliki banyak produk, kamu bisa memulai dengan produk yang paling populer atau paling sering ditanyakan customer.

Misalnya toko fashion memiliki 50 produk.

Kamu bisa mulai dengan:

  • 10 produk terlaris

  • 5 produk baru

  • 5 produk promo

Setelah katalog berjalan dengan baik, produk lainnya bisa ditambahkan.


2. Siapkan Foto Produk

Foto merupakan salah satu bagian paling penting dari katalog.

Customer tidak bisa menyentuh produk secara langsung, sehingga foto membantu mereka memahami bentuk dan tampilannya.

Foto yang baik tidak harus menggunakan kamera mahal.

Kamu bisa menggunakan smartphone selama hasilnya cukup jelas.

Perhatikan beberapa hal:

  • pencahayaan cukup

  • produk terlihat jelas

  • tidak buram

  • background tidak terlalu mengganggu

  • ukuran produk mudah dipahami

Jika memungkinkan, gunakan gaya foto yang konsisten untuk seluruh katalog.


3. Tulis Nama Produk yang Jelas

Gunakan nama yang mudah dipahami customer.

Contohnya:

Kaos Oversize Cotton Combed 24s

lebih informatif daripada:

Kaos Keren

Nama produk sebaiknya membantu customer memahami apa yang mereka lihat.

Namun, jangan membuat nama terlalu panjang sampai sulit dibaca.


4. Tambahkan Harga Produk

Harga adalah informasi penting dalam katalog.

Customer biasanya ingin mengetahui harga sebelum memutuskan untuk bertanya atau membeli.

Jika harga dapat berubah, pastikan informasi yang ditampilkan selalu diperbarui.

Jika produk memiliki harga berdasarkan ukuran atau variasi, jelaskan juga.

Misalnya:

S–L: Rp75.000
XL: Rp85.000
XXL: Rp95.000

Informasi seperti ini dapat mengurangi pertanyaan berulang melalui WhatsApp.


5. Buat Deskripsi Produk

Deskripsi tidak perlu terlalu panjang.

Fokus pada informasi yang membantu customer mengambil keputusan.

Misalnya untuk pakaian:

Kaos oversized dengan bahan cotton combed yang nyaman digunakan sehari-hari. Tersedia ukuran M sampai XXL dan beberapa pilihan warna.

Untuk produk digital:

Template keuangan sederhana untuk membantu UMKM mencatat pemasukan dan pengeluaran. File dapat digunakan melalui Google Sheets.

Deskripsi yang baik menjawab pertanyaan dasar customer.


6. Kelompokkan Produk dengan Kategori

Jika produk sudah mulai banyak, gunakan kategori.

Misalnya toko makanan:

Makanan

Minuman

Snack

Paket Hemat

Atau toko fashion:

Kaos

Kemeja

Celana

Jaket

Kategori membuat katalog lebih mudah dinavigasi.

Customer tidak harus melihat semua produk ketika hanya mencari satu jenis barang.


7. Tambahkan Informasi Bisnis

Katalog bukan hanya tempat menampilkan produk.

Kamu juga dapat menambahkan informasi mengenai bisnis.

Misalnya:

  • Nama toko

  • Deskripsi singkat

  • Jam operasional

  • Lokasi

  • Kontak

  • Informasi pengiriman

  • Cara pemesanan

Namun, jangan membuat bagian ini terlalu panjang.

Customer datang untuk melihat produk, jadi informasi produk tetap harus menjadi fokus utama.


8. Tambahkan Cara Pemesanan

Setelah melihat produk, customer perlu mengetahui apa yang harus dilakukan selanjutnya.

Misalnya:

Cara pesan:

  1. Pilih produk.

  2. Catat nama atau kode produk.

  3. Hubungi WhatsApp kami.

  4. Konfirmasi jumlah dan variasi.

  5. Lakukan pembayaran.

Jika proses pembelianmu lebih sederhana, cukup jelaskan langkah yang diperlukan.

Semakin jelas prosesnya, semakin kecil kemungkinan customer berhenti karena bingung.


9. Buat Link Katalog

Setelah katalog selesai, kamu membutuhkan link yang dapat dibagikan.

Inilah salah satu keuntungan utama katalog online.

Daripada mengirim banyak foto, kamu cukup mengirim satu link.

Link tersebut dapat digunakan di:

  • WhatsApp

  • Instagram

  • TikTok

  • Facebook

  • Telegram

  • website

  • bio media sosial

Satu link dapat menjadi pintu menuju seluruh produkmu.


Cara Membuat Katalog Online Gratis dengan Qlike

Jika kamu ingin membuat katalog tanpa membangun website dari awal, Qlike dapat digunakan sebagai salah satu pilihan.

Kamu bisa membuat katalog produk dan menampilkan informasi seperti nama produk, foto, harga, serta detail lainnya.

Setelah katalog selesai, kamu mendapatkan link yang dapat dibagikan kepada customer.

Alurnya sederhana:

Buat akun

Tambahkan produk

Atur katalog

Bagikan link

Customer kemudian dapat membuka katalog melalui smartphone mereka.

Cara ini cocok untuk penjual yang ingin memiliki etalase online tanpa harus belajar coding atau mengurus server sendiri.


Katalog Online Gratis vs Membuat Website Sendiri

Keduanya memiliki tujuan yang berbeda.

Jika kamu membuat website sendiri, kamu memiliki kontrol yang lebih besar terhadap desain, fitur, dan sistem.

Namun, proses pembuatannya juga lebih kompleks.

Kamu mungkin perlu memikirkan:

  • Domain

  • Hosting

  • Desain

  • Database

  • Keamanan

  • Maintenance

  • Sistem produk

  • Sistem transaksi

Sedangkan dengan platform katalog, sebagian besar hal teknis tersebut sudah disediakan.

Untuk pemula yang hanya ingin menampilkan produk dan membagikan link, katalog online biasanya lebih praktis.


Apakah Katalog Online Bisa Dipakai untuk Jualan di WhatsApp?

Bisa.

Bahkan kombinasi katalog dan WhatsApp merupakan salah satu cara yang sederhana untuk bisnis kecil.

Contohnya:

Customer melihat Status WhatsApp

Klik link katalog

Melihat produk

Memilih produk

Menghubungi WhatsApp

Dengan demikian, WhatsApp tetap digunakan untuk komunikasi sementara katalog digunakan untuk menampilkan produk.


Katalog Online untuk Instagram

Instagram juga dapat menjadi sumber customer.

Misalnya kamu membuat postingan:

“Koleksi baru sudah tersedia!”

Kemudian customer ingin melihat semua produk.

Kamu bisa mengarahkan mereka ke link pada bio Instagram.

Alurnya:

Instagram

Link Bio

Katalog

Produk

WhatsApp

Ini membuat Instagram dan katalog memiliki fungsi yang berbeda tetapi saling melengkapi.

Instagram menarik perhatian.

Katalog memberikan informasi.

WhatsApp membantu komunikasi.


Katalog Online untuk Produk Digital

Katalog tidak hanya digunakan untuk barang fisik.

Produk digital juga bisa ditampilkan di dalam katalog.

Misalnya kamu menjual:

  • E-book

  • Template Canva

  • Template CV

  • Preset

  • Worksheet

  • Asset desain

  • File digital

Katalog dapat menampilkan preview, harga, deskripsi, dan informasi mengenai produk.

Contohnya:

Template CV Profesional

Rp29.000

Isi:

  • 5 desain CV

  • Format Canva

  • Bisa diedit

  • Panduan penggunaan

Customer dapat melihat informasi tersebut sebelum melakukan pembelian.


Tips Membuat Katalog Online yang Menarik

Gunakan Foto yang Konsisten

Jika satu produk menggunakan background putih sementara produk lain menggunakan foto yang sangat ramai, katalog dapat terlihat kurang rapi.

Gunakan gaya visual yang relatif konsisten.

Jangan Terlalu Banyak Informasi

Customer ingin mengetahui hal yang penting.

Hindari memasukkan paragraf panjang jika informasi tersebut tidak membantu keputusan pembelian.

Gunakan Kategori

Kategori sangat membantu ketika jumlah produk bertambah.

Pastikan Harga Mudah Ditemukan

Jangan membuat customer harus mencari harga di tempat lain.

Gunakan CTA

Berikan tindakan yang jelas seperti:

Pesan melalui WhatsApp

atau:

Lihat Produk


Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Membuat Katalog

1. Foto Produk Buram

Foto yang kurang jelas dapat membuat produk terlihat kurang profesional.

2. Tidak Menampilkan Harga

Customer akhirnya harus bertanya hanya untuk mengetahui harga.

3. Deskripsi Terlalu Sedikit

Customer tidak mendapatkan informasi yang cukup.

4. Produk Tidak Dikelompokkan

Katalog dengan puluhan produk tanpa kategori akan sulit dinavigasi.

5. Informasi Tidak Diperbarui

Produk yang sudah habis tetapi masih ditampilkan dapat membuat customer kecewa.

6. Terlalu Fokus pada Desain

Katalog memang perlu terlihat bagus, tetapi fungsi utamanya tetap membantu customer menemukan dan memahami produk.


Apakah Katalog Online Bisa Menggantikan Marketplace?

Tidak selalu.

Marketplace dan katalog online memiliki fungsi yang berbeda.

Marketplace dapat membantu mendapatkan customer baru melalui traffic dari platform.

Katalog online lebih cocok sebagai etalase milik bisnis yang dapat dibagikan melalui berbagai channel.

Karena itu, kamu dapat menggunakan keduanya.

Misalnya:

Marketplace → mencari customer baru

Instagram/TikTok → membangun audience

Katalog → menampilkan produk

WhatsApp → komunikasi

Tidak ada keharusan untuk hanya menggunakan satu channel.


Berapa Banyak Produk yang Sebaiknya Ada di Katalog?

Tidak ada jumlah yang wajib.

Jika baru memulai, kamu bahkan bisa membuat katalog dengan beberapa produk terlebih dahulu.

Misalnya:

5 produk utama

Kemudian tambahkan produk baru secara bertahap.

Yang lebih penting adalah memastikan setiap produk memiliki informasi yang cukup.

Katalog dengan 10 produk yang lengkap akan lebih berguna daripada katalog dengan 100 produk tetapi informasinya tidak jelas.


Kapan Harus Membuat Website Sendiri?

Katalog online sudah cukup untuk banyak kebutuhan bisnis sederhana.

Namun, ketika bisnis berkembang, kamu mungkin membutuhkan fitur yang lebih kompleks.

Misalnya:

  • checkout otomatis

  • pembayaran terintegrasi

  • sistem member

  • stok real-time

  • laporan penjualan

  • integrasi dengan sistem lain

  • fitur khusus bisnis

Pada tahap tersebut, website atau sistem e-commerce yang lebih lengkap mungkin mulai diperlukan.

Tidak perlu memaksakan fitur tersebut sejak awal jika bisnis belum membutuhkannya.


Mulai dari yang Sederhana

Membuat katalog online tidak harus menjadi proyek besar.

Kamu bisa memulainya dengan:

5 produk

5 foto

5 deskripsi

5 harga

1 link katalog

Setelah itu bagikan link kepada customer.

Jika mereka mulai bertanya tentang informasi tertentu, tambahkan informasi tersebut ke katalog.

Jika ada produk yang paling sering dilihat atau ditanyakan, kamu bisa menjadikannya produk unggulan.

Dengan cara tersebut, katalog berkembang berdasarkan kebutuhan customer.


Kesimpulan

Katalog produk online merupakan cara sederhana untuk menampilkan produk di internet tanpa harus langsung membuat website yang kompleks.

Dengan katalog, kamu dapat mengumpulkan foto, nama produk, harga, deskripsi, kategori, dan informasi pemesanan dalam satu tempat.

Link katalog tersebut kemudian dapat dibagikan melalui WhatsApp, Instagram, TikTok, atau berbagai channel lainnya.

Jika kamu baru mulai berjualan, tidak perlu menunggu memiliki banyak produk atau website yang sempurna.

Mulailah dengan beberapa produk yang paling penting.

Tambahkan informasi yang jelas.

Buat katalog.

Bagikan link.

Kemudian kembangkan berdasarkan respons customer.

Jika ingin membuat katalog online tanpa coding, Qlike dapat membantu kamu membuat etalase produk yang bisa dibagikan melalui satu link.

Mulai buat katalog produkmu di Qlike dan bagikan link-nya kepada customer.


Artikel Lainnya: