Dulu, membuat toko online biasanya membutuhkan website, domain, hosting, dan seseorang yang memahami cara membuat serta mengelola website.
Sekarang, pemilik usaha kecil bisa mulai berjualan online dengan cara yang jauh lebih sederhana.
Bahkan, kamu tidak harus bisa coding untuk memiliki halaman online yang berisi produk, harga, foto, dan informasi toko.
Yang penting adalah menentukan kebutuhan toko online, memilih cara yang sesuai, lalu membuat produk mudah ditemukan oleh calon customer.
Artikel ini akan membahas cara membuat toko online gratis tanpa coding, mulai dari menentukan produk sampai membagikan link toko kepada calon pembeli.
Apa Itu Toko Online?
Toko online adalah tempat di internet yang digunakan untuk menampilkan dan menjual produk atau jasa.
Sederhananya, jika toko fisik memiliki:
etalase
rak produk
daftar harga
informasi produk
tempat customer melakukan pembelian
maka toko online memiliki fungsi yang serupa dalam bentuk digital.
Customer dapat membuka halaman toko melalui smartphone atau komputer, melihat produk yang tersedia, membaca informasinya, kemudian melanjutkan proses pembelian.
Toko online tidak selalu harus berupa website yang kompleks dengan sistem yang sangat besar.
Untuk bisnis kecil, sebuah halaman atau katalog online yang menampilkan produk dengan jelas sudah dapat menjadi langkah awal untuk mulai berjualan di internet.
Apakah Bisa Membuat Toko Online Tanpa Coding?
Bisa.
Saat ini tersedia berbagai platform yang memungkinkan seseorang membuat halaman jualan tanpa harus menulis kode program sendiri.
Biasanya prosesnya cukup sederhana:
Daftar → tambahkan informasi toko → tambahkan produk → atur tampilan → bagikan link.
Kamu tidak perlu membangun database, membuat sistem login, atau mengembangkan website dari awal.
Cara ini cocok untuk pemula yang ingin fokus pada bisnis dan produk tanpa harus mempelajari pengembangan website terlebih dahulu.
Apa yang Dibutuhkan untuk Membuat Toko Online?
Sebelum membuat toko online, siapkan beberapa hal terlebih dahulu.
1. Nama Toko
Gunakan nama yang mudah diingat dan berhubungan dengan bisnis.
Jika sudah memiliki nama brand, sebaiknya gunakan nama tersebut secara konsisten di berbagai platform.
2. Foto Produk
Siapkan foto produk dengan kualitas yang cukup baik.
Tidak harus menggunakan kamera profesional. Smartphone juga bisa digunakan selama foto cukup terang dan produk terlihat jelas.
3. Nama dan Deskripsi Produk
Tuliskan nama produk yang mudah dipahami.
Kemudian tambahkan informasi penting seperti ukuran, warna, bahan, manfaat, atau variasi produk.
4. Harga
Pastikan harga produk jelas.
Jika harga memiliki ketentuan tertentu, seperti harga grosir atau harga berdasarkan ukuran, jelaskan juga pada informasi produk.
5. Kontak atau Cara Pemesanan
Customer perlu mengetahui bagaimana cara melakukan pemesanan setelah menemukan produk yang mereka inginkan.
Bagi bisnis yang menggunakan WhatsApp, kamu bisa mengarahkan customer untuk melanjutkan percakapan melalui WhatsApp.
Langkah 1: Tentukan Produk yang Akan Dijual
Sebelum membuat toko online, tentukan terlebih dahulu apa yang akan kamu jual.
Produk bisa berupa barang fisik maupun produk digital.
Contoh produk fisik:
pakaian
makanan
minuman
kosmetik
aksesoris
kerajinan
Sedangkan produk digital dapat berupa:
e-book
template
preset
worksheet
desain
kelas online
software
aset digital
Jika kamu baru memulai, tidak perlu langsung memasukkan puluhan produk.
Mulailah dari beberapa produk yang memang ingin kamu jual.
Langkah 2: Siapkan Informasi Produk
Setelah menentukan produk, siapkan informasi yang akan ditampilkan kepada customer.
Setiap produk minimal sebaiknya memiliki:
Nama produk
Customer harus langsung mengetahui apa yang sedang mereka lihat.
Foto produk
Gunakan foto yang menunjukkan produk dengan jelas.
Harga
Tampilkan harga secara transparan jika memungkinkan.
Deskripsi
Jelaskan hal-hal penting yang perlu diketahui customer sebelum membeli.
Variasi
Jika produk memiliki ukuran, warna, atau pilihan lain, tampilkan variasinya.
Semakin lengkap informasi dasar yang tersedia, semakin sedikit pertanyaan yang harus diajukan customer hanya untuk mengetahui detail produk.
Langkah 3: Buat Halaman Toko
Sekarang kamu membutuhkan tempat untuk menampilkan semua produk tersebut.
Jika menggunakan platform yang sudah menyediakan sistem katalog, kamu biasanya tidak perlu membuat halaman dari awal.
Kamu cukup memasukkan informasi toko dan produk yang sudah disiapkan.
Usahakan halaman toko memiliki struktur yang sederhana.
Misalnya:
Nama toko
↓
Deskripsi singkat
↓
Kategori produk
↓
Daftar produk
↓
Informasi pemesanan
Customer harus dapat memahami toko dan produk tanpa harus mencari terlalu lama.
Langkah 4: Atur Produk Berdasarkan Kategori
Jika produkmu hanya sedikit, kategori mungkin belum terlalu penting.
Tetapi ketika jumlah produk mulai bertambah, kategori akan membuat toko lebih mudah digunakan.
Misalnya sebuah toko fashion memiliki:
Kaos
Kemeja
Celana
Jaket
Aksesoris
Sedangkan toko makanan mungkin memiliki:
Makanan
Minuman
Snack
Paket Hemat
Kategori membantu customer langsung menuju produk yang mereka cari.
Langkah 5: Pastikan Toko Nyaman Dibuka di Smartphone
Ini sering dilupakan ketika membuat toko online.
Customer yang mendapatkan link dari WhatsApp, Instagram, atau media sosial biasanya membuka link tersebut menggunakan smartphone.
Karena itu, toko online harus nyaman digunakan pada layar kecil.
Perhatikan beberapa hal:
teks mudah dibaca
gambar tidak terlalu kecil
tombol mudah ditekan
informasi tidak terlalu padat
produk mudah ditemukan
halaman tidak membingungkan
Toko online yang terlihat bagus di komputer tetapi sulit digunakan di HP tetap memberikan pengalaman yang kurang baik.
Langkah 6: Bagikan Link Toko
Setelah toko selesai dibuat, langkah berikutnya adalah membuat orang mengetahuinya.
Salah satu keuntungan memiliki toko online sederhana adalah kamu bisa membagikannya melalui satu link.
Misalnya:
Instagram → Link toko
WhatsApp → Link toko
TikTok → Link toko
Facebook → Link toko
Status WhatsApp → Link toko
Customer cukup membuka link tersebut untuk melihat produk yang tersedia.
Cara Membagikan Link Toko melalui WhatsApp
WhatsApp merupakan salah satu channel yang cocok untuk membagikan link toko online.
Misalnya ketika customer bertanya:
“Kak, ada produk apa saja?”
Daripada mengirim banyak foto satu per satu, kamu bisa memberikan link katalog.
Contohnya:
“Halo Kak, semua produk dan harganya bisa dilihat di katalog kami ya. 😊”
“Ini link-nya: [link toko]”
Customer kemudian bisa melihat produk sendiri dan menghubungi penjual jika sudah menemukan produk yang diinginkan.
Cara ini juga membuat percakapan menjadi lebih sederhana.
Apakah Harus Membeli Domain dan Hosting?
Tidak selalu.
Jika kamu membuat website sendiri, domain dan hosting memang biasanya menjadi bagian dari kebutuhan website.
Namun, jika tujuanmu hanya ingin memiliki halaman online untuk menampilkan produk, kamu bisa menggunakan platform yang sudah menyediakan infrastrukturnya.
Ini membuat biaya dan pekerjaan awal menjadi lebih ringan.
Untuk pemula, yang paling penting bukan langsung memiliki website dengan teknologi yang kompleks.
Fokus terlebih dahulu pada:
Produk → informasi → katalog → customer.
Ketika bisnis sudah berkembang dan memiliki kebutuhan yang lebih kompleks, kamu dapat mempertimbangkan website dengan fitur yang lebih lengkap.
Cara Membuat Toko Online Gratis dengan Qlike
Jika kebutuhanmu adalah membuat katalog atau halaman toko yang sederhana tanpa harus membangun website sendiri, Qlike bisa menjadi salah satu pilihan.
Dengan Qlike, kamu dapat membuat katalog online untuk menampilkan produk dan membagikan link kepada customer.
Alurnya sederhana:
Buat akun
↓
Tambahkan produk
↓
Atur katalog
↓
Bagikan link
Customer kemudian dapat membuka link tersebut untuk melihat produk yang tersedia.
Cara seperti ini cocok untuk penjual yang ingin memiliki etalase online sederhana tanpa harus mengembangkan website dari awal.
Toko Online Tidak Harus Langsung Sempurna
Kesalahan yang sering dilakukan pemula adalah terlalu lama mempersiapkan toko.
Menunggu logo selesai.
Menunggu foto sempurna.
Menunggu semua produk tersedia.
Menunggu website terlihat sempurna.
Padahal toko online bisa dikembangkan secara bertahap.
Kamu bisa mulai dengan:
5 produk → buat katalog → bagikan link → lihat respons customer.
Setelah itu, tambahkan produk lain.
Jika customer sering menanyakan informasi tertentu, tambahkan informasi tersebut ke halaman produk.
Jika customer kesulitan menemukan produk, perbaiki kategori.
Jika foto kurang jelas, ganti fotonya.
Toko online sebaiknya dianggap sebagai sesuatu yang terus berkembang mengikuti kebutuhan bisnis.
Apa Perbedaan Toko Online dan Marketplace?
Marketplace dan toko online sendiri memiliki fungsi yang berbeda.
Marketplace menyediakan tempat bagi banyak penjual dan biasanya sudah memiliki sistem pencarian serta berbagai fitur transaksi.
Toko online sendiri lebih berfungsi sebagai etalase milik bisnismu.
Kamu dapat membagikan link toko tersebut secara langsung kepada customer dari berbagai channel.
Keduanya dapat digunakan bersamaan.
Misalnya:
Marketplace
Untuk mendapatkan customer dari pencarian di marketplace.
Toko online/katalog
Untuk customer yang datang dari Instagram, WhatsApp, TikTok, atau channel lainnya.
Tidak harus memilih salah satu.
Gunakan platform berdasarkan kebutuhan bisnismu.
Bagaimana Jika Saya Hanya Jualan Lewat WhatsApp?
Kamu tetap bisa menggunakan katalog online.
Bahkan, kombinasi tersebut bisa sangat sederhana:
Customer melihat promosi
↓
Customer membuka link katalog
↓
Customer melihat produk
↓
Customer memilih produk
↓
Customer menghubungi WhatsApp
WhatsApp tetap menjadi tempat komunikasi.
Katalog hanya membantu menyediakan informasi produk sebelum percakapan dimulai.
Dengan begitu, customer tidak harus bertanya mengenai setiap produk satu per satu.
Tips Agar Toko Online Terlihat Profesional
Toko online yang profesional tidak harus memiliki desain yang rumit.
Beberapa hal sederhana justru lebih penting.
Gunakan foto yang konsisten
Usahakan produk memiliki gaya foto yang serupa.
Tulis informasi dengan jelas
Hindari deskripsi yang terlalu pendek sampai customer tidak mengetahui detail produk.
Gunakan kategori
Terutama jika produk sudah mulai banyak.
Tampilkan harga
Customer akan lebih mudah menentukan apakah produk sesuai dengan budget mereka.
Perbarui informasi
Hapus atau tandai produk yang sudah tidak tersedia.
Gunakan link yang mudah dibagikan
Satu link yang dapat digunakan di berbagai platform akan mempermudah promosi.
Apakah Toko Online Gratis Cukup untuk Memulai?
Untuk banyak bisnis kecil, cukup untuk memulai.
Tujuan pertama bukan membangun sistem e-commerce paling lengkap.
Tujuannya adalah membuat produkmu:
mudah ditemukan → mudah dipahami → mudah dihubungi.
Jika kebutuhan bisnis semakin besar, kamu dapat menambahkan sistem lain sesuai kebutuhan.
Jangan sampai keinginan membuat toko online yang sempurna justru membuatmu tidak pernah mulai berjualan.
Kesimpulan
Membuat toko online tidak harus selalu berarti membuat website yang kompleks.
Untuk pemula, kamu dapat memulai dari halaman atau katalog online yang berisi informasi produk dan dapat dibagikan melalui sebuah link.
Langkah sederhananya adalah:
Tentukan produk yang ingin dijual.
Siapkan foto dan informasi produk.
Buat halaman atau katalog online.
Kelompokkan produk berdasarkan kategori.
Pastikan nyaman dibuka melalui smartphone.
Bagikan link toko melalui WhatsApp dan media sosial.
Perbarui katalog berdasarkan kebutuhan customer.
Kalau kamu belum membutuhkan website dengan sistem yang kompleks, kamu bisa memulai dari katalog online.
Qlike membantu kamu membuat katalog produk yang dapat dibagikan melalui satu link, sehingga kamu bisa mulai memiliki etalase online tanpa harus membuat website dari nol.
Mulai buat toko online sederhana untuk bisnismu dengan Qlike.

