Cara Jualan Online Lewat WhatsApp untuk Pemula: Tips agar Customer Mau Membeli

Cara Jualan Online Lewat WhatsApp untuk Pemula: Tips agar Customer Mau Membeli

Admin Qlike
Admin Qlike
Sep 3, 2026
7 menit baca
2 dilihat

WhatsApp sudah menjadi salah satu aplikasi yang sering digunakan untuk berkomunikasi dengan customer jualan online. Bagi banyak pemilik usaha kecil, WhatsApp bahkan menjadi tempat utama untuk menerima pertanyaan dan pesanan.

Cara ini memang praktis. Namun, jualan melalui WhatsApp bukan hanya soal mengirim foto produk dan menunggu customer membeli.

Cara menyampaikan produk, memberikan informasi, merespons pertanyaan, sampai mengarahkan customer ke proses pembelian dapat memengaruhi keputusan mereka.

Kalau kamu baru mulai berjualan online melalui WhatsApp, artikel ini akan membahas cara membuat proses jualan menjadi lebih rapi dan nyaman bagi customer.


Apakah Bisa Jualan Online Hanya dengan WhatsApp?

Bisa.

Kamu tidak selalu membutuhkan website atau marketplace untuk mulai menawarkan produk secara online.

WhatsApp dapat digunakan untuk:

  • memperkenalkan produk

  • menjawab pertanyaan customer

  • memberikan informasi harga

  • menerima pesanan

  • melakukan follow-up

  • memberikan informasi setelah pembelian

Namun, semakin banyak produk yang kamu jual, semakin sulit jika semua informasi hanya disimpan di dalam chat.

Karena itu, WhatsApp akan lebih efektif jika digunakan bersama dengan katalog atau halaman produk.

Customer bisa melihat informasi produk terlebih dahulu, kemudian menggunakan WhatsApp untuk berkomunikasi dengan penjual.


1. Tentukan Produk yang Ingin Dijual

Sebelum mulai promosi, pastikan kamu sudah mengetahui produk apa yang ingin ditawarkan.

Produk bisa berupa barang fisik maupun produk digital.

Misalnya:

  • pakaian

  • makanan

  • minuman

  • skincare

  • aksesoris

  • e-book

  • template

  • preset

  • worksheet

  • jasa

Jika kamu masih bingung mencari ide produk digital, kamu bisa membaca artikel 10 Ide Produk Digital yang Bisa Dijual untuk Pemula di blog Qlike.

Yang penting, kamu mengetahui dengan jelas apa yang dijual dan siapa yang kemungkinan membutuhkannya.


2. Siapkan Informasi Produk

Salah satu alasan customer tidak jadi membeli adalah karena informasi yang mereka dapatkan kurang jelas.

Sebelum mempromosikan produk, siapkan informasi dasar seperti:

  • nama produk

  • foto

  • harga

  • variasi

  • ukuran

  • bahan

  • manfaat

  • cara penggunaan

  • cara pemesanan

Tidak semua produk membutuhkan semua informasi tersebut.

Pilih informasi yang memang penting untuk membantu customer mengambil keputusan.

Misalnya jika menjual makanan, informasi yang penting mungkin berupa ukuran, varian rasa, isi, harga, dan cara pemesanan.

Jika menjual template digital, informasi yang lebih relevan bisa berupa format file, jumlah template, cara penggunaan, dan apa saja yang didapatkan.


3. Jangan Mengirim Puluhan Foto Produk Sekaligus

Ini adalah salah satu kebiasaan yang sering terjadi ketika jualan melalui WhatsApp.

Customer bertanya:

“Kak, ada produk apa saja?”

Kemudian penjual mengirim 20 foto sekaligus.

Customer harus membuka satu per satu foto untuk mengetahui produk yang tersedia.

Selain membuat chat menjadi panjang, cara ini juga membuat customer lebih sulit mencari produk yang mereka inginkan.

Lebih baik gunakan katalog online sebagai tempat utama untuk menampilkan produk.

Kirim satu link.

Customer dapat membuka link tersebut dan melihat daftar produk dengan lebih terstruktur.


4. Buat Katalog Online

Katalog online dapat menjadi etalase digital untuk produkmu.

Di dalamnya kamu dapat menampilkan:

  • foto produk

  • nama produk

  • harga

  • deskripsi

  • kategori

  • variasi

  • informasi lainnya

Customer cukup membuka satu link untuk melihat produk yang tersedia.

Misalnya ketika customer bertanya:

“Kak, ada katalog?”

Kamu tidak perlu mencari foto produk satu per satu.

Cukup kirimkan link katalog.

Kalau ingin mengetahui lebih lanjut tentang membuat katalog, kamu bisa membaca artikel:

Cara Membuat Katalog Produk Online untuk Jualan di WhatsApp


5. Buat Pesan Pembuka yang Jelas

Ketika customer pertama kali menghubungi WhatsApp, jangan langsung membanjiri mereka dengan informasi.

Mulai dengan sapaan sederhana.

Misalnya:

“Halo Kak, terima kasih sudah menghubungi kami 😊 Ada yang bisa kami bantu?”

Setelah mengetahui kebutuhan customer, berikan informasi yang relevan.

Jika customer bertanya mengenai produk tertentu, langsung arahkan ke informasi produk tersebut.

Percakapan yang sederhana sering kali lebih nyaman daripada pesan panjang yang berisi semua informasi sekaligus.


6. Jangan Hanya Mengirim Harga

Customer bertanya:

“Berapa harganya?”

Jawaban:

“Rp50.000.”

Memang menjawab pertanyaan, tetapi belum tentu membantu customer mengambil keputusan.

Jika memungkinkan, sertakan sedikit konteks.

Misalnya:

“Harganya Rp50.000 ya Kak. Produk ini berbahan cotton combed dan tersedia ukuran S sampai XL.”

Customer langsung mendapatkan harga sekaligus informasi yang relevan.

Namun, jangan juga membuat jawaban terlalu panjang.

Berikan informasi secukupnya sesuai pertanyaan customer.


7. Jelaskan Manfaat Produk

Ketika menawarkan produk, jangan hanya menjelaskan spesifikasinya.

Coba jelaskan manfaatnya.

Misalnya kamu menjual template keuangan.

Spesifikasi:

“Terdiri dari 5 spreadsheet.”

Manfaat:

“Template ini membantu kamu mencatat pemasukan dan pengeluaran tanpa harus membuat spreadsheet dari awal.”

Manfaat membuat customer lebih mudah memahami alasan mengapa produk tersebut berguna bagi mereka.


8. Gunakan Foto Produk yang Jelas

WhatsApp memang digunakan untuk chat, tetapi visual tetap penting dalam proses jualan.

Gunakan foto yang:

  • terang

  • tidak buram

  • menunjukkan produk dengan jelas

  • tidak terlalu penuh

  • memiliki ukuran yang cukup besar

Jika menjual produk digital, tampilkan preview.

Misalnya menjual e-book, kamu bisa menampilkan beberapa halaman.

Jika menjual template, tampilkan contoh desain yang bisa dibuat menggunakan template tersebut.

Customer akan lebih mudah memahami produk ketika dapat melihat bentuknya.


9. Jangan Membuat Customer Menebak Cara Membeli

Setelah customer tertarik, mereka harus tahu langkah berikutnya.

Misalnya:

“Kalau mau pesan bagaimana, Kak?”

Kalau pertanyaan seperti ini sering muncul, berarti proses pembelianmu mungkin belum cukup jelas.

Buat instruksi sederhana.

Contohnya:

Cara pesan:

  1. Pilih produk.

  2. Kirim nama produk.

  3. Tentukan jumlah/varian.

  4. Lakukan pembayaran.

  5. Pesanan diproses.

Untuk produk digital, prosesnya bisa lebih singkat:

Pilih produk → lakukan pembayaran → dapatkan file atau akses produk.

Semakin jelas prosesnya, semakin sedikit kebingungan customer.


10. Gunakan Status WhatsApp untuk Promosi

Status WhatsApp dapat menjadi tempat untuk mengingatkan orang bahwa kamu sedang menjual sesuatu.

Jangan hanya memposting:

“OPEN ORDER!”

setiap hari.

Coba variasikan kontennya.

Misalnya:

Konten produk

“Produk baru sudah tersedia.”

Konten edukasi

“3 kesalahan saat membuat laporan keuangan UMKM.”

Konten proses

“Hari ini kami sedang menyiapkan pesanan.”

Testimoni

“Terima kasih untuk customer yang sudah order.”

Promo

“Ada harga khusus sampai hari Minggu.”

Dengan variasi konten, status WhatsApp tidak terasa seperti iklan terus-menerus.


11. Berikan Link Katalog di Profil atau Pesan

Kalau kamu memiliki katalog online, buat link tersebut mudah ditemukan.

Kamu bisa membagikannya melalui:

  • Status WhatsApp

  • pesan kepada customer

  • bio media sosial

  • Instagram

  • TikTok

  • Facebook

  • website

Tujuannya adalah membuat customer tidak perlu meminta daftar produk setiap kali ingin melihat barang yang kamu jual.

Satu link dapat menjadi pintu masuk menuju seluruh katalog.


12. Jangan Spam Customer

Jualan bukan berarti mengirim promosi kepada semua orang setiap hari.

Pesan yang terlalu sering dapat membuat customer merasa terganggu.

Lebih baik gunakan komunikasi yang relevan.

Misalnya customer pernah bertanya tentang produk tertentu, kamu dapat memberikan informasi ketika produk tersebut tersedia kembali.

Atau jika ada promo yang memang berhubungan dengan produk yang pernah mereka tanyakan, kamu dapat menginformasikannya dengan wajar.

Fokus pada membantu customer, bukan sekadar mengirim sebanyak mungkin pesan.


13. Follow-up Customer yang Pernah Bertanya

Tidak semua customer langsung membeli ketika pertama kali melihat produk.

Ada yang masih membandingkan harga.

Ada yang belum memiliki uang.

Ada yang masih berdiskusi dengan orang lain.

Ada juga yang sekadar lupa.

Karena itu, follow-up dapat menjadi bagian dari proses jualan.

Namun, follow-up sebaiknya tetap dilakukan secara wajar.

Misalnya:

“Halo Kak, kemarin sempat tanya mengenai produk A. Kalau masih berminat, produknya saat ini masih tersedia ya 😊

Pesan seperti ini lebih baik daripada:

“Jadi beli nggak?”

Berikan ruang bagi customer untuk menentukan keputusan.


14. Gunakan Katalog untuk Mengurangi Pertanyaan Berulang

Coba perhatikan pertanyaan yang paling sering masuk ke WhatsApp.

Misalnya hampir setiap hari customer bertanya:

“Harganya berapa?”

“Ada warna hitam?”

“Ukuran berapa saja?”

“Isinya berapa?”

Pertanyaan-pertanyaan tersebut sebenarnya dapat dijawab melalui informasi produk.

Tambahkan informasi tersebut ke katalog.

Dengan begitu, customer dapat menemukan jawabannya sendiri sebelum menghubungi kamu.

WhatsApp kemudian bisa lebih fokus digunakan untuk pertanyaan yang memang membutuhkan komunikasi langsung.


15. Buat Alur Jualan yang Sederhana

Kamu tidak membutuhkan proses yang rumit untuk mulai berjualan.

Untuk bisnis kecil, alurnya bisa sesederhana:

Promosi

Customer membuka katalog

Customer melihat produk

Customer menghubungi WhatsApp

Penjual menjawab pertanyaan

Customer melakukan pemesanan

Pesanan diproses

Dengan alur seperti ini, setiap bagian memiliki fungsi yang jelas.

Media sosial digunakan untuk mendapatkan perhatian.

Katalog digunakan untuk memberikan informasi.

WhatsApp digunakan untuk komunikasi.

Proses pembayaran dan pengiriman digunakan untuk menyelesaikan transaksi.


Contoh Cara Jualan Produk melalui WhatsApp

Misalnya kamu menjual Template Keuangan untuk UMKM.

Kamu membuat konten Instagram:

“Masih mencatat pemasukan dan pengeluaran bisnis di chat WhatsApp? 😅

Kemudian jelaskan beberapa masalah yang sering terjadi ketika pencatatan tidak teratur.

Di akhir konten:

“Aku sudah membuat template keuangan sederhana untuk membantu mencatat pemasukan dan pengeluaran. Cek katalognya di link bio.”

Customer membuka link.

Mereka melihat:

Template Keuangan UMKM

  • Preview

  • Deskripsi

  • Isi template

  • Harga

  • Cara mendapatkan

Kemudian customer menghubungi WhatsApp untuk membeli.

Alurnya menjadi:

Instagram → Katalog → Produk → WhatsApp → Pembelian

Ini jauh lebih terstruktur daripada mengirimkan semua informasi hanya melalui chat.


Apa Perlu Menggunakan WhatsApp Business?

Jika bisnis mulai berkembang, WhatsApp Business dapat membantu mengelola komunikasi bisnis dengan lebih terstruktur.

Beberapa fitur yang tersedia dapat membantu bisnis mengatur komunikasi dengan customer.

Namun, penggunaan WhatsApp Business bukan syarat untuk mulai berjualan.

Yang paling penting adalah alur komunikasi dan informasi produkmu jelas.

Kamu bisa mulai dengan sistem sederhana terlebih dahulu dan menambahkan tools ketika kebutuhan bisnis meningkat.


Gunakan Katalog Online untuk Membuat Jualan di WhatsApp Lebih Rapi

WhatsApp sangat cocok untuk komunikasi langsung dengan customer.

Namun, chat bukan tempat terbaik untuk menyimpan seluruh informasi produk.

Karena itu, gunakan katalog online sebagai tempat untuk menampilkan produk.

Dengan katalog online, kamu bisa membuat:

Produk → Foto → Harga → Deskripsi → Link → WhatsApp

Customer dapat melihat informasi terlebih dahulu sebelum memulai percakapan.

Qlike dapat digunakan untuk membuat katalog online yang dapat dibagikan melalui satu link.

Kamu dapat menambahkan produk, mengatur katalog, kemudian membagikan link tersebut melalui WhatsApp maupun media sosial.

Jadikan katalog sebagai etalase online, lalu gunakan WhatsApp untuk berkomunikasi dengan customer.


Kesimpulan

Jualan online melalui WhatsApp tidak harus rumit.

Yang penting adalah membuat customer dapat melewati proses pembelian dengan mudah.

Mulai dengan:

  1. Siapkan produk dan informasinya.

  2. Buat katalog online.

  3. Bagikan link katalog.

  4. Gunakan WhatsApp untuk komunikasi.

  5. Jelaskan manfaat produk.

  6. Buat cara pemesanan yang jelas.

  7. Follow-up customer secara wajar.

  8. Perbarui katalog secara rutin.

Jangan membuat WhatsApp menjadi tempat untuk menyimpan semua informasi produk.

Biarkan katalog menjadi etalase, sementara WhatsApp menjadi tempat untuk berkomunikasi.

Dengan alur yang sederhana, kamu bisa mulai membangun proses jualan online yang lebih rapi tanpa harus membuat sistem yang terlalu kompleks.

Sudah punya produk? Buat katalognya di Qlike dan bagikan satu link kepada customer.