Cara Membuat Nama Produk yang Menarik agar Mudah Ditemukan Customer

Cara Membuat Nama Produk yang Menarik agar Mudah Ditemukan Customer

Admin Qlike
Admin Qlike
Sep 22, 2026
6 min read
1 views

Nama produk sering kali menjadi informasi pertama yang dilihat customer ketika menemukan sebuah barang di katalog, marketplace, media sosial, atau hasil pencarian.

Nama yang terlalu umum dapat membuat produk sulit dibedakan dari produk lain. Sebaliknya, nama yang terlalu panjang atau penuh kata yang tidak perlu juga dapat membuat customer kesulitan memahami apa yang sebenarnya dijual.

Karena itu, membuat nama produk bukan hanya soal memilih kata yang terdengar menarik. Nama produk sebaiknya jelas, relevan, mudah dipahami, dan membantu customer mengenali produk dengan cepat.

Lalu, bagaimana cara membuat nama produk yang menarik untuk jualan online?

1. Jelaskan Produk dengan Jelas

Hal pertama yang harus dipahami customer adalah produk apa yang sedang mereka lihat.

Jangan membuat nama yang terlalu kreatif sampai jenis produknya tidak terlihat.

Misalnya:

Kurang jelas:
“Sweet Happiness”

Lebih jelas:
“Cookies Choco Chip Homemade”

Nama kedua langsung memberikan informasi bahwa produk tersebut adalah cookies dengan rasa choco chip.

Kreativitas tetap dapat digunakan, tetapi sebaiknya tidak mengorbankan kejelasan.

Jika bisnis memiliki nama produk yang unik, Anda dapat menggabungkannya dengan jenis produk.

Contohnya:

“Sweet Happiness – Cookies Choco Chip”

Dengan begitu, nama brand atau produk tetap dapat digunakan tanpa membuat customer bertanya-tanya mengenai barang yang dijual.

2. Masukkan Informasi yang Penting

Tidak semua informasi harus dimasukkan ke dalam nama produk.

Pilih informasi yang memang membantu customer membedakan produk.

Beberapa informasi yang dapat digunakan antara lain:

  • jenis produk

  • rasa

  • warna

  • ukuran

  • bahan

  • fungsi

  • varian

  • target penggunaan

Contohnya:

“Kaos Oversize Cotton Combed Hitam”

Nama tersebut memberikan beberapa informasi sekaligus: jenis produk, model, bahan, dan warna.

Namun, jangan memasukkan semua detail produk jika membuat nama menjadi terlalu panjang. Informasi tambahan dapat dimasukkan ke dalam deskripsi produk.

3. Gunakan Kata yang Dicari Customer

Ketika seseorang mencari produk di internet, mereka biasanya menggunakan kata yang sederhana dan langsung.

Misalnya seseorang ingin mencari tas untuk laptop. Ia mungkin menggunakan kata seperti:

  • tas laptop

  • tas laptop wanita

  • tas laptop pria

  • tas laptop 15 inch

Karena itu, gunakan istilah yang memang umum digunakan oleh calon customer.

Hindari menggunakan istilah internal bisnis yang hanya dipahami oleh penjual.

Misalnya, jika Anda menjual “Aster Series 03”, customer baru mungkin tidak mengetahui bahwa produk tersebut sebenarnya adalah tas laptop.

Nama seperti “Aster Series 03 – Tas Laptop 15 Inch” memberikan konteks yang jauh lebih jelas.

4. Jangan Memasukkan Kata yang Tidak Perlu

Nama produk yang panjang belum tentu lebih baik.

Contohnya:

“Baju Wanita Terbaru Kekinian Viral Murah Bagus Premium Fashion Model Terbaru 2026”

Nama tersebut terlihat penuh dengan kata-kata, tetapi tidak memberikan informasi yang tersusun dengan baik.

Lebih baik gunakan:

“Blouse Wanita Premium Model Oversize”

Kemudian informasi mengenai warna, ukuran, bahan, dan detail lainnya dapat dijelaskan pada bagian deskripsi.

Nama produk sebaiknya dibuat untuk membantu customer memahami produk, bukan untuk memasukkan sebanyak mungkin kata.

5. Bedakan Nama Produk dengan Deskripsi Produk

Nama dan deskripsi memiliki fungsi yang berbeda.

Nama produk membantu customer mengenali produk dengan cepat.

Deskripsi produk memberikan informasi yang lebih lengkap.

Misalnya:

Nama:
“Keripik Pisang Cokelat 200g”

Deskripsi:
“Keripik pisang renyah dengan lapisan cokelat yang cocok untuk camilan sehari-hari. Dikemas dalam pouch 200g dan tersedia untuk pengiriman ke seluruh Indonesia.”

Nama tidak perlu memuat seluruh informasi tersebut.

Dengan membagi informasi berdasarkan fungsinya, halaman produk akan lebih mudah dibaca.

Anda dapat membaca Cara Membuat Deskripsi Produk yang Menarik agar Customer Mau Membeli untuk mempelajari bagian deskripsi secara lebih lengkap.

6. Gunakan Format Nama yang Konsisten

Jika memiliki banyak produk, buat pola penamaan yang konsisten.

Misalnya bisnis fashion menggunakan format:

[Jenis Produk] + [Model] + [Warna]

Contoh:

  • Kemeja Linen Oversize – Putih

  • Kemeja Linen Oversize – Hitam

  • Kemeja Linen Oversize – Sage

Atau bisnis makanan:

[Nama Produk] + [Varian] + [Ukuran]

Contoh:

  • Cookies Choco Chip – 250g

  • Cookies Red Velvet – 250g

  • Cookies Matcha – 250g

Format seperti ini membuat katalog lebih rapi dan memudahkan customer membandingkan produk.

7. Hindari Nama yang Terlalu Mirip

Jika memiliki banyak produk, jangan membuat nama yang hampir sama tanpa pembeda yang jelas.

Misalnya:

  • Paket Hemat A

  • Paket Hemat B

  • Paket Hemat C

Customer mungkin tidak langsung memahami perbedaannya.

Lebih baik gunakan nama yang memberikan petunjuk mengenai isi paket.

Contohnya:

  • Paket Hemat 2 Ayam

  • Paket Hemat Ayam + Minuman

  • Paket Hemat Keluarga 4 Orang

Customer dapat memahami perbedaannya bahkan sebelum membuka deskripsi.

8. Gunakan Ukuran atau Varian Jika Memang Penting

Ukuran dan varian dapat menjadi informasi penting dalam nama produk, terutama jika customer perlu membedakan beberapa pilihan.

Contohnya:

“Botol Minum Stainless 500ml”

lebih informatif dibandingkan:

“Botol Minum Stainless”

Begitu juga dengan makanan:

“Sambal Cumi 150g”

dapat membantu customer membedakannya dari ukuran 250g atau 500g.

Tetapi jika ukuran atau varian sudah tersedia sebagai pilihan terpisah di halaman produk, Anda tidak selalu perlu memasukkan semuanya ke dalam nama.

Gunakan informasi yang paling membantu customer.

9. Gunakan Nama yang Mudah Dibaca di HP

Sebagian besar customer akan melihat produk melalui perangkat mobile.

Nama produk yang terlalu panjang dapat terpotong pada kartu produk atau katalog.

Karena itu, letakkan informasi paling penting di bagian awal nama.

Contohnya:

“Tas Laptop 15 Inch – Canvas Waterproof – Hitam”

lebih mudah dipahami daripada:

“Canvas Waterproof Premium Series Model 2026 Warna Hitam untuk Laptop sampai 15 Inch”

Keduanya mungkin menjelaskan produk yang sama, tetapi informasi utama pada contoh pertama lebih cepat terlihat.

10. Jangan Berlebihan Menggunakan Kata Promosi

Kata seperti:

  • terbaik

  • termurah

  • viral

  • nomor satu

  • premium

  • super

  • paling laris

dapat digunakan jika memang relevan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Namun, terlalu banyak kata promosi justru dapat membuat nama produk terlihat seperti iklan.

Bandingkan:

“Kopi Arabica Premium Super Viral Termurah Terbaik 100%”

dengan:

“Kopi Arabica Gayo 200g – Medium Roast”

Nama kedua memberikan informasi yang lebih konkret.

Customer dapat mengetahui jenis, asal, ukuran, dan karakter produk tanpa harus melewati banyak kata promosi.

11. Sesuaikan Nama Produk dengan Cara Customer Membeli

Nama produk juga perlu disesuaikan dengan konteks penjualan.

Jika produk dijual melalui katalog online, customer biasanya membutuhkan nama yang singkat dan mudah dibandingkan.

Jika produk dijual berdasarkan pencarian, gunakan istilah yang memang relevan dengan produk.

Jika produk merupakan barang custom, informasi seperti jenis custom atau penggunaan dapat menjadi bagian dari nama.

Contohnya:

“Undangan Pernikahan Digital – Custom Nama”

lebih jelas daripada hanya:

“Wedding Invitation Series A”

Nama produk sebaiknya membantu customer memahami apakah produk tersebut sesuai dengan kebutuhannya.

12. Gunakan Nama Produk untuk Membantu Katalog

Nama produk yang baik akan membuat katalog lebih mudah dipindai.

Bayangkan customer membuka katalog yang berisi 20 produk.

Jika namanya jelas:

  • Cookies Choco Chip 250g

  • Cookies Red Velvet 250g

  • Brownies Fudge 500g

  • Brownies Cheese 500g

customer dapat membandingkannya dengan cepat.

Jika namanya hanya:

  • Sweet 01

  • Sweet 02

  • Sweet 03

  • Sweet 04

customer harus membuka setiap produk untuk mengetahui isinya.

Karena itu, penamaan produk juga merupakan bagian dari pengalaman pengguna dalam katalog.

Untuk memahami struktur katalog secara lebih lengkap, baca Cara Membuat Katalog Produk yang Menarik agar Customer Mau Membeli.

Contoh Nama Produk Sebelum dan Sesudah Diperbaiki

Berikut beberapa contoh sederhana.

Produk makanan

Sebelum:
“Special 01”

Sesudah:
“Rice Bowl Ayam Sambal Matah”


Produk fashion

Sebelum:
“Collection 05”

Sesudah:
“Blouse Linen Oversize – Cream”


Produk skincare

Sebelum:
“Bright Series”

Sesudah:
“Serum Niacinamide 10% – 20ml”


Produk digital

Sebelum:
“Template A”

Sesudah:
“Template CV ATS Profesional – Canva”

Nama kedua memberikan informasi yang jauh lebih banyak tanpa harus menjadi sangat panjang.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menamai Produk

Beberapa kesalahan berikut cukup umum dilakukan ketika membuat katalog online.

Nama terlalu pendek.
Customer tidak mengetahui produk apa yang dijual.

Nama terlalu panjang.
Informasi penting justru sulit ditemukan.

Menggunakan istilah internal.
Nama hanya dipahami oleh pemilik bisnis atau tim internal.

Terlalu banyak kata promosi.
Nama terlihat seperti iklan dan kehilangan informasi produk.

Format tidak konsisten.
Produk dalam satu katalog menggunakan pola penamaan yang berbeda-beda.

Tidak membedakan varian.
Customer kesulitan mengetahui perbedaan antarproduk.

Menggunakan nama unik tanpa konteks.
Nama brand atau seri memang menarik, tetapi tidak menjelaskan jenis produk.

Checklist Nama Produk yang Baik

Sebelum memasukkan produk ke katalog, coba cek beberapa pertanyaan berikut:

  • Apakah customer langsung tahu produk ini apa?

  • Apakah nama menggunakan istilah yang umum dipahami?

  • Apakah informasi paling penting berada di awal?

  • Apakah nama cukup singkat untuk dibaca di HP?

  • Apakah varian penting sudah dibedakan?

  • Apakah format penamaan konsisten dengan produk lain?

  • Apakah kata-kata yang digunakan memang relevan?

Jika sebagian besar jawabannya “ya”, kemungkinan nama tersebut sudah cukup jelas untuk digunakan.

Kesimpulan

Cara membuat nama produk yang menarik bukan berarti mencari nama yang paling kreatif atau paling panjang. Nama produk yang baik justru harus membantu customer memahami produk dengan cepat.

Gunakan jenis produk sebagai dasar, tambahkan informasi penting seperti varian atau ukuran jika diperlukan, dan gunakan kata yang memang dipahami oleh calon customer.

Setelah itu, buat pola penamaan yang konsisten untuk seluruh produk. Dengan nama yang jelas, katalog menjadi lebih mudah dibaca dan customer dapat membandingkan produk tanpa harus membuka satu per satu.

Rapikan Nama Produk di Katalog Online

Nama produk yang jelas akan semakin berguna ketika ditampilkan dalam katalog online yang rapi.

Dengan Qlike, Anda dapat menampilkan produk lengkap dengan nama, foto, harga, kategori, dan deskripsi dalam satu link. Katalog tersebut dapat dibagikan melalui Instagram, WhatsApp, TikTok, maupun media sosial lainnya.

Dengan begitu, customer dapat memahami produk lebih cepat dan melanjutkan ke proses pemesanan melalui WhatsApp.