Ketika berjualan online, customer tidak bisa menyentuh, mencoba, atau melihat produk secara langsung. Karena itu, informasi yang kamu tampilkan di halaman produk sebagai deskripsi produk menjadi sangat penting.
Salah satu bagian yang sering dianggap sepele adalah deskripsi produk. Padahal, deskripsi yang jelas dapat membantu customer memahami apa yang kamu jual, siapa yang cocok menggunakannya, apa manfaatnya, dan bagaimana cara mendapatkannya.
Deskripsi produk yang baik bukan berarti harus panjang. Yang lebih penting adalah informasinya relevan, mudah dipahami, dan membantu customer mengambil keputusan.
Apa Itu Deskripsi Produk?
Deskripsi produk adalah informasi yang menjelaskan sebuah produk kepada calon customer.
Biasanya deskripsi berisi hal-hal seperti:
Apa nama dan jenis produknya
Apa manfaat atau kegunaannya
Siapa yang cocok menggunakan produk tersebut
Bahan atau spesifikasi produk
Ukuran atau pilihan varian
Isi produk
Cara penggunaan
Cara pemesanan
Isi deskripsi tentu berbeda tergantung jenis produk yang dijual.
Deskripsi untuk makanan akan berbeda dengan deskripsi pakaian. Begitu juga deskripsi produk digital akan berbeda dengan deskripsi jasa.
Kenapa Deskripsi Produk Penting untuk Jualan Online?
Ketika customer datang ke toko fisik, mereka bisa bertanya langsung kepada penjual atau melihat produk dari dekat.
Di toko online, sebagian besar informasi tersebut harus diberikan melalui halaman produk.
Bayangkan seseorang melihat sebuah produk dengan foto yang bagus, tetapi tidak ada harga, ukuran, bahan, isi, atau informasi pemesanan. Customer mungkin tertarik, tetapi akhirnya memilih mencari produk lain karena informasinya tidak cukup.
Deskripsi produk membantu mengurangi kebingungan tersebut.
Jangan Hanya Menjelaskan Produk, Jelaskan Manfaatnya
Salah satu kesalahan umum adalah hanya menyebutkan karakteristik produk.
Misalnya:
“Tas kanvas ukuran 30 × 40 cm dengan bahan kanvas.”
Informasi tersebut memang berguna, tetapi masih bisa dibuat lebih membantu.
Contohnya:
“Tas kanvas berukuran 30 × 40 cm yang cocok digunakan untuk membawa laptop, buku, atau perlengkapan sehari-hari.”
Keduanya memberikan informasi tentang produk, tetapi contoh kedua membantu customer membayangkan penggunaan produk tersebut.
Karakteristik menjelaskan apa yang dimiliki produk.
Manfaat menjelaskan mengapa karakteristik tersebut berguna bagi customer.
Gunakan Formula Sederhana untuk Menulis Deskripsi
Kalau kamu masih bingung, gunakan struktur sederhana berikut:
Produk → Manfaat → Spesifikasi → Cocok untuk siapa → Cara membeli
Contohnya:
“Notebook hardcover untuk mencatat pekerjaan, kuliah, atau aktivitas sehari-hari. Memiliki 100 halaman dengan ukuran A5 dan desain minimalis. Cocok untuk pelajar, mahasiswa, maupun pekerja yang membutuhkan notebook praktis untuk dibawa. Tersedia dalam beberapa pilihan warna.”
Struktur seperti ini sudah cukup untuk membuat customer memahami produk tanpa harus membaca penjelasan yang terlalu panjang.
1. Mulai dengan Kalimat yang Menjelaskan Produk
Kalimat pertama sebaiknya langsung menjelaskan produk.
Jangan membuat customer menebak-nebak apa yang sebenarnya dijual.
Contoh:
“Kemeja linen lengan panjang dengan desain minimalis untuk aktivitas sehari-hari.”
Lebih jelas dibanding:
“Tampil lebih percaya diri setiap hari!”
Kalimat kedua bisa digunakan sebagai bagian dari copywriting, tetapi customer tetap membutuhkan informasi mengenai produk.
2. Jelaskan Manfaat Produk
Setelah menjelaskan produknya, beritahu customer apa manfaatnya.
Misalnya kamu menjual botol minum:
“Botol minum berukuran 750 ml yang praktis dibawa saat bekerja, olahraga, atau bepergian.”
Kamu tidak hanya menjelaskan ukuran, tetapi juga memberikan konteks penggunaannya.
Manfaat tidak harus dibuat berlebihan. Hindari klaim yang tidak bisa kamu buktikan hanya agar produk terlihat lebih menarik.
3. Tulis Spesifikasi dengan Jelas
Spesifikasi membantu customer mengetahui detail produk sebelum membeli.
Untuk produk fisik, kamu bisa mencantumkan:
Ukuran
Berat
Bahan
Warna
Varian
Isi
Kapasitas
Untuk produk elektronik, bisa ditambahkan spesifikasi teknis seperti ukuran layar, kapasitas penyimpanan, konektivitas, atau fitur tertentu.
Untuk produk digital, kamu bisa mencantumkan:
Format file
Jumlah halaman
Jumlah template
Ukuran file
Software yang dibutuhkan
Cara mendapatkan produk
Jenis lisensi
Tidak semua produk membutuhkan semua informasi tersebut. Pilih spesifikasi yang memang relevan.
4. Jelaskan Produk Ini Cocok untuk Siapa
Bagian ini sering dilupakan.
Customer ingin mengetahui apakah produk tersebut memang cocok untuk kebutuhannya.
Contohnya:
“Cocok untuk mahasiswa, fresh graduate, dan pencari kerja yang ingin membuat CV dengan tampilan profesional.”
Kalimat tersebut membantu target customer langsung mengenali dirinya.
Kamu juga bisa menjelaskan kondisi atau kebutuhan tertentu yang cocok dengan produk.
Misalnya:
“Cocok untuk pemilik UMKM yang ingin menampilkan daftar produk secara online tanpa membuat website dari awal.”
5. Gunakan Bahasa yang Mudah Dipahami
Tidak perlu menggunakan kata-kata yang terlalu rumit.
Tujuan deskripsi bukan untuk menunjukkan bahwa kamu memiliki kemampuan menulis yang hebat. Tujuannya adalah membuat customer memahami produk.
Gunakan kalimat yang sederhana dan langsung.
Daripada:
“Menghadirkan sebuah pengalaman penggunaan yang optimal melalui material berkualitas tinggi.”
Lebih baik:
“Dibuat menggunakan bahan yang nyaman dan cocok digunakan sehari-hari.”
Bahasa yang sederhana biasanya lebih mudah dipahami.
6. Hindari Deskripsi yang Terlalu Berlebihan
Kata seperti:
terbaik
nomor satu
paling murah
paling berkualitas
luar biasa
wajib punya
boleh digunakan dalam konteks tertentu, tetapi jangan memenuhi seluruh deskripsi dengan klaim seperti itu.
Customer lebih membutuhkan informasi konkret.
Daripada menulis:
“Tas terbaik dengan kualitas super premium!”
lebih baik jelaskan:
“Menggunakan bahan kanvas tebal dengan kompartemen utama dan satu kantong depan.”
Informasi konkret membuat customer memiliki dasar untuk menilai produk.
7. Gunakan Bullet Point untuk Informasi Penting
Tidak semua informasi harus ditulis dalam paragraf.
Untuk spesifikasi, bullet point sering kali lebih mudah dibaca.
Contohnya:
Spesifikasi:
Bahan: Kanvas
Ukuran: 30 × 40 cm
Warna: Hitam, putih, dan cokelat
Kapasitas: Hingga 10 kg
Penggunaan: Aktivitas sehari-hari
Customer bisa langsung menemukan informasi yang mereka cari.
8. Sesuaikan Deskripsi dengan Jenis Produk
Tidak ada satu template deskripsi yang cocok untuk semua produk.
Deskripsi makanan
Fokus pada:
Jenis makanan
Rasa
Ukuran atau porsi
Isi
Bahan utama jika relevan
Cara penyimpanan
Cara pemesanan
Deskripsi pakaian
Fokus pada:
Bahan
Ukuran
Warna
Model
Cutting
Cara perawatan
Deskripsi kosmetik
Fokus pada:
Jenis produk
Kegunaan
Cara penggunaan
Isi
Informasi penting mengenai produk
Deskripsi produk digital
Fokus pada:
Apa yang didapatkan
Format file
Jumlah file atau halaman
Cara penggunaan
Software yang dibutuhkan
Ketentuan penggunaan
Deskripsi jasa
Fokus pada:
Jenis layanan
Apa yang termasuk
Proses pengerjaan
Estimasi waktu
Hasil yang diberikan
Cara melakukan pemesanan
Dengan menyesuaikan informasi berdasarkan jenis produk, deskripsi akan terasa lebih relevan.
9. Berikan Informasi yang Sering Ditanyakan Customer
Perhatikan pertanyaan yang sering muncul di WhatsApp atau chat.
Misalnya banyak customer bertanya:
“Ukurannya berapa?”
Berarti ukuran harus dibuat lebih terlihat di halaman produk.
Jika banyak yang bertanya:
“Ini dapat berapa file?”
Maka informasi tersebut sebaiknya dimasukkan langsung ke deskripsi produk digital.
Pertanyaan yang berulang sebenarnya bisa menjadi petunjuk bahwa informasi di halaman produk masih kurang jelas.
10. Buat Deskripsi yang Mudah Dibaca di HP
Sebagian besar customer online menggunakan perangkat mobile, sehingga deskripsi sebaiknya tidak berupa satu paragraf panjang.
Gunakan:
Paragraf pendek
Subheading jika diperlukan
Bullet point
Informasi penting yang mudah ditemukan
Hindari membuat customer harus membaca blok teks panjang hanya untuk menemukan harga atau ukuran produk.
11. Masukkan Informasi Harga dengan Jelas
Harga merupakan informasi penting ketika customer mempertimbangkan sebuah produk.
Jangan membuat customer harus bertanya hanya untuk mengetahui harga, kecuali memang model bisnis kamu mengharuskan harga berdasarkan kebutuhan atau negosiasi.
Jika terdapat beberapa varian dengan harga berbeda, jelaskan perbedaannya.
Contohnya:
Paket Basic — Rp25.000
Paket Standard — Rp50.000
Paket Premium — Rp75.000
Dengan begitu, customer bisa membandingkan pilihan dengan lebih mudah.
12. Tambahkan Cara Pemesanan
Setelah customer membaca deskripsi dan tertarik, mereka perlu tahu langkah selanjutnya.
Misalnya:
“Untuk melakukan pemesanan, klik tombol WhatsApp dan kirimkan nama produk serta jumlah yang ingin dipesan.”
Atau jika menggunakan produk digital:
“Setelah pembayaran dikonfirmasi, file akan dikirim melalui link download.”
Jangan membuat customer menebak bagaimana cara membeli produk.
13. Gunakan Foto dan Deskripsi Secara Bersamaan
Foto dan deskripsi memiliki fungsi yang berbeda.
Foto membantu customer melihat produk.
Deskripsi membantu customer memahami produk.
Karena itu, jangan hanya mengandalkan salah satunya.
Untuk pakaian misalnya, foto dapat menunjukkan warna dan model. Deskripsi kemudian menjelaskan bahan, ukuran, dan detail lainnya.
Untuk produk digital, screenshot atau mockup dapat menunjukkan isi produk, sedangkan deskripsi menjelaskan apa saja yang akan diterima pembeli.
14. Contoh Deskripsi Produk yang Kurang Efektif
Misalnya kamu menjual template CV.
Deskripsi seperti ini:
“Template CV keren dan profesional! Cocok untuk semua orang. Desain premium, modern, dan wajib punya. Jangan sampai ketinggalan!”
Masalahnya, customer belum tahu apa yang sebenarnya mereka dapatkan.
Informasinya terlalu umum.
15. Contoh Deskripsi Produk yang Lebih Jelas
Deskripsi tersebut bisa diubah menjadi:
“Template CV minimalis yang dapat digunakan untuk melamar pekerjaan. Tersedia dalam format yang mudah diedit dan memiliki beberapa bagian untuk profil, pengalaman kerja, pendidikan, serta keahlian.
Cocok untuk mahasiswa, fresh graduate, dan pencari kerja yang ingin membuat CV dengan struktur yang rapi.
Yang didapatkan:
1 template CV
Format file sesuai yang tercantum pada produk
Panduan penggunaan
Setelah pembelian, file dapat diakses melalui link yang diberikan.”
Deskripsi tersebut tidak perlu menggunakan banyak kata promosi. Customer sudah mendapatkan informasi yang lebih konkret mengenai produk.
16. Gunakan Deskripsi untuk Menjawab Keraguan Customer
Sebelum membeli, customer biasanya memiliki beberapa pertanyaan.
Misalnya:
Apakah ukurannya cocok?
Apa saja yang didapat?
Apakah produknya sesuai kebutuhan saya?
Bagaimana cara mendapatkannya?
Apa saja pilihannya?
Bagaimana cara menggunakannya?
Coba pikirkan pertanyaan yang mungkin muncul sebelum seseorang membeli produk kamu.
Kemudian, jawab pertanyaan tersebut melalui halaman produk.
Dengan begitu, deskripsi produk tidak hanya menjadi tempat untuk menjelaskan produk, tetapi juga membantu mengurangi keraguan calon customer.
17. Buat Template Deskripsi Produk
Jika kamu memiliki banyak produk, menulis deskripsi dari awal untuk setiap produk bisa melelahkan.
Buat template sederhana.
Contohnya:
Nama Produk
Penjelasan singkat mengenai produk dan manfaat utamanya.
Keunggulan:
Keunggulan pertama
Keunggulan kedua
Keunggulan ketiga
Spesifikasi:
Ukuran:
Bahan:
Warna:
Isi:
Cocok untuk:
Target customer
Cara Pemesanan:
Instruksi pemesanan.
Template ini dapat membantu menjaga informasi produk tetap konsisten.
18. Jangan Copy Deskripsi Kompetitor
Ketika baru mulai jualan, mungkin kamu tergoda mengambil deskripsi dari toko lain.
Sebaiknya hindari cara tersebut.
Selain membuat toko terlihat kurang original, deskripsi dari toko lain belum tentu sesuai dengan produk kamu.
Gunakan produk kamu sendiri sebagai sumber informasi dan tulis ulang menggunakan bahasa yang sesuai dengan customer kamu.
19. Hubungkan Deskripsi dengan Katalog Online
Jika kamu menggunakan katalog online, setiap produk sebaiknya memiliki informasi yang cukup sehingga customer bisa memahami produk tanpa harus bertanya untuk hal-hal dasar.
Katalog online dapat menjadi tempat untuk menyatukan:
Foto produk
Nama produk
Harga
Deskripsi
Kategori
Varian
Link pemesanan
Dengan begitu, kamu cukup membagikan satu link katalog melalui WhatsApp, Instagram, atau media sosial lainnya.
Baca juga: Cara Membuat Katalog Produk Online Gratis untuk Jualan
20. Checklist Deskripsi Produk Sebelum Dipublikasikan
Sebelum mengunggah produk, coba cek beberapa hal berikut:
Nama produk sudah jelas
Manfaat produk sudah dijelaskan
Foto produk sudah tersedia
Harga sudah dicantumkan
Spesifikasi sudah lengkap
Varian sudah dijelaskan
Target pengguna sudah jelas
Cara pemesanan sudah tersedia
Bahasa mudah dipahami
Tidak ada klaim berlebihan
Deskripsi mudah dibaca melalui HP
Jika sebagian besar sudah terpenuhi, halaman produk kamu sudah jauh lebih informatif.
Kesimpulan
Deskripsi produk yang menarik bukan berarti harus menggunakan kata-kata promosi sebanyak mungkin.
Deskripsi yang baik justru membantu customer memahami produk dengan cepat: apa produknya, apa manfaatnya, cocok untuk siapa, apa yang didapatkan, berapa harganya, dan bagaimana cara membelinya.
Mulailah dengan informasi yang sederhana dan konkret. Setelah mendapatkan pertanyaan dari customer, gunakan pertanyaan tersebut untuk memperbaiki deskripsi produk.
Jika produk kamu dijual melalui katalog online, pastikan setiap produk memiliki informasi yang cukup sehingga customer dapat melihat dan memahami produk dalam satu tempat.
Dengan katalog yang rapi, foto yang jelas, harga yang transparan, dan deskripsi yang informatif, proses dari melihat produk → tertarik → bertanya → membeli dapat menjadi lebih sederhana.
Artikel Lainnya:

