Jualan online tidak selalu berarti harus terus membuat konten atau menawarkan produk kepada sebanyak mungkin orang. Tanpa strategi yang jelas, aktivitas jualan bisa terasa sibuk tetapi belum tentu menghasilkan penjualan yang konsisten. Cara membuat strategi penjualan online.
Strategi penjualan membantu menentukan siapa yang ingin dijangkau, produk apa yang ditawarkan, bagaimana customer menemukan produk, dan bagaimana mereka akhirnya melakukan pembelian.
Bagi pemula, strategi tidak harus rumit. Dengan menentukan target customer, menata produk, memilih saluran promosi, dan membuat alur pembelian yang sederhana, bisnis sudah memiliki dasar yang lebih terarah.
Apa Itu Strategi Penjualan Online?
Strategi penjualan online adalah rencana yang digunakan untuk membantu bisnis mendapatkan dan mempertahankan customer melalui berbagai aktivitas penjualan di internet.
Strategi tersebut dapat mencakup pemilihan target customer, penentuan harga, pembuatan konten, promosi, penggunaan media sosial, katalog produk, komunikasi melalui WhatsApp, hingga cara mendapatkan pembelian ulang.
Jadi, strategi penjualan bukan hanya tentang bagaimana menjual produk, tetapi juga bagaimana membuat perjalanan customer dari mengenal produk sampai membeli menjadi lebih jelas.
1. Tentukan Target Customer
Langkah pertama adalah mengetahui siapa yang ingin membeli produk.
Kesalahan yang sering terjadi pada bisnis pemula adalah mencoba menjual kepada semua orang. Padahal, semakin jelas target customer, semakin mudah menentukan cara berkomunikasi dan membuat promosi.
Coba tentukan beberapa hal seperti:
Siapa calon customer?
Apa kebutuhan mereka?
Masalah apa yang ingin mereka selesaikan?
Berapa kisaran harga yang sesuai?
Di mana mereka biasanya mencari informasi?
Misalnya, produk makanan rumahan dapat menargetkan pekerja kantor di sekitar lokasi usaha yang membutuhkan makanan praktis untuk makan siang.
Target yang lebih jelas akan membantu menentukan konten, bahasa promosi, harga, dan media yang digunakan.
Untuk memahami dasar mendapatkan customer pertama, baca juga Cara Jualan Online untuk Pemula: Dari Nol Sampai Mendapatkan Customer Pertama.
2. Tentukan Produk yang Menjadi Fokus
Tidak semua produk harus dipromosikan dengan intensitas yang sama.
Jika memiliki banyak produk, pilih beberapa produk utama yang paling sesuai dengan target customer. Produk tersebut dapat menjadi fokus utama dalam konten dan promosi.
Misalnya sebuah toko memiliki 30 produk, tetapi tiga produk merupakan produk yang paling banyak diminati. Ketiga produk tersebut dapat menjadi produk unggulan yang lebih sering ditampilkan.
Cara ini juga membuat customer tidak langsung dihadapkan dengan terlalu banyak pilihan.
3. Pastikan Harga dan Informasi Produk Jelas
Sebelum melakukan promosi, pastikan informasi produk sudah siap.
Customer biasanya membutuhkan informasi dasar seperti:
Nama produk
Foto
Harga
Variasi
Ukuran atau isi
Deskripsi
Ketersediaan
Cara memesan
Informasi yang jelas membuat customer lebih mudah memahami produk tanpa harus bertanya mengenai hal-hal dasar.
Harga juga sebaiknya sudah dihitung berdasarkan biaya dan keuntungan yang ingin diperoleh. Jangan menentukan harga hanya dengan mengikuti harga kompetitor tanpa memahami biaya bisnis sendiri.
Kakak bisa membaca Cara Menentukan Harga Jual Produk untuk Pemula untuk membahas bagian ini lebih lanjut.
4. Buat Katalog Produk yang Mudah Digunakan
Setelah informasi produk siap, buat tempat yang dapat digunakan customer untuk melihat produk.
Katalog online dapat menjadi salah satu pilihan karena customer tidak perlu menerima banyak foto produk secara terpisah melalui chat.
Sebuah katalog yang baik dapat membantu customer melihat produk, harga, foto, kategori, dan deskripsi dalam satu tempat.
Hal ini juga membuat proses promosi menjadi lebih sederhana. Daripada mengirimkan informasi produk satu per satu, penjual dapat membagikan satu tautan katalog.
Pelajari lebih lanjut melalui artikel Cara Membuat Katalog Produk yang Menarik agar Customer Mau Membeli.
5. Pilih Saluran Promosi yang Sesuai
Bisnis tidak harus menggunakan semua platform sekaligus.
Pilih saluran yang paling sesuai dengan target customer dan kemampuan bisnis untuk mengelolanya.
Contohnya:
Instagram untuk membangun visual produk dan menjangkau pengguna melalui konten.
WhatsApp untuk komunikasi langsung dan follow-up.
TikTok untuk konten video dan jangkauan.
WhatsApp Status untuk menjangkau kontak yang sudah mengenal bisnis.
Jika target customer aktif di Instagram, fokuskan konten di sana. Jika sebagian besar transaksi terjadi melalui WhatsApp, pastikan proses dari promosi menuju WhatsApp berjalan dengan mudah.
Untuk pemula, lebih baik mengelola beberapa saluran dengan konsisten daripada membuka banyak akun tetapi jarang digunakan.
6. Buat Konten yang Tidak Selalu Menjual
Strategi penjualan tidak berarti setiap posting harus berisi ajakan membeli.
Konten dapat digunakan untuk memperkenalkan produk, menjawab pertanyaan customer, menunjukkan manfaat, memberikan informasi, atau membangun kepercayaan.
Beberapa jenis konten yang dapat digunakan:
Edukasi
Demonstrasi penggunaan produk
Tips
Proses pembuatan
Testimoni
Perbandingan produk
Informasi promo
Produk unggulan
Dengan variasi tersebut, akun bisnis tidak terasa seperti papan iklan yang hanya berisi harga dan promo.
Baca juga Cara Membuat Konten Promosi Produk yang Menarik untuk Jualan Online untuk mendapatkan gambaran mengenai pembuatan konten jualan.
7. Buat Alur dari Konten ke Pembelian
Salah satu bagian penting dalam strategi penjualan adalah menentukan apa yang harus dilakukan customer setelah melihat promosi.
Misalnya:
Konten → katalog → pilih produk → WhatsApp → konfirmasi → pembayaran → pesanan diproses.
Dengan alur seperti ini, customer tidak perlu menebak langkah berikutnya.
Pastikan tautan yang digunakan mudah ditemukan dan informasi produk yang dituju sesuai dengan konten. Jika sebuah konten mempromosikan produk tertentu, customer sebaiknya dapat menemukan produk tersebut dengan mudah.
Semakin sederhana perjalanan tersebut, semakin sedikit langkah yang harus dilakukan customer sebelum menghubungi penjual.
8. Gunakan WhatsApp sebagai Bagian dari Proses Penjualan
Untuk banyak bisnis kecil, WhatsApp masih menjadi bagian penting dalam proses komunikasi dengan customer.
Customer dapat bertanya mengenai stok, variasi, pengiriman, atau hal lain sebelum melakukan pembelian. Karena itu, respons yang jelas dan konsisten menjadi bagian dari pengalaman penjualan.
Gunakan informasi produk yang sudah disiapkan agar tidak perlu menulis penjelasan dari awal setiap kali ada pertanyaan yang sama.
Untuk strategi komunikasi yang lebih lengkap, baca Cara Jualan Online Lewat WhatsApp untuk Pemula.
9. Gunakan Promo dengan Tujuan yang Jelas
Promo dapat menjadi bagian dari strategi penjualan, tetapi tidak harus dilakukan setiap saat.
Sebelum membuat promo, tentukan tujuannya.
Apakah promo digunakan untuk:
Mendapatkan customer baru?
Meningkatkan jumlah pembelian?
Menghabiskan stok tertentu?
Memperkenalkan produk baru?
Mendorong customer lama melakukan pembelian ulang?
Tujuan tersebut akan menentukan bentuk promo yang digunakan.
Tidak semua promo harus berupa diskon. Bundling, bonus produk, minimum pembelian, atau penawaran khusus juga dapat digunakan.
Simak Cara Membuat Promo Jualan yang Menarik tanpa Mengurangi Keuntungan untuk melihat beberapa pendekatan yang dapat digunakan.
10. Jangan Lupakan Customer Lama
Mendapatkan customer baru memang penting, tetapi customer yang sudah pernah membeli juga merupakan bagian dari strategi penjualan.
Setelah transaksi selesai, perhatikan pengalaman customer. Pastikan pesanan diproses dengan baik dan informasi yang diberikan sesuai dengan produk.
Untuk produk yang memungkinkan pembelian ulang, komunikasi yang relevan dapat membantu mengingatkan customer ketika mereka membutuhkan produk kembali.
Misalnya, bisnis makanan dapat menawarkan menu tertentu kepada customer yang sebelumnya pernah membeli. Toko produk perawatan juga dapat memberikan informasi ketika produk yang biasa digunakan customer mendekati waktu pembelian berikutnya.
11. Catat Hasil Penjualan
Strategi penjualan perlu dievaluasi berdasarkan hasil.
Tidak perlu langsung menggunakan analitik yang kompleks. Mulailah dengan mencatat beberapa data sederhana:
Jumlah transaksi
Total penjualan
Produk yang paling banyak terjual
Sumber customer
Promo yang digunakan
Jumlah customer yang membeli kembali
Misalnya, setelah satu bulan ternyata sebagian besar customer berasal dari Instagram. Data tersebut dapat menjadi alasan untuk lebih serius mengembangkan konten Instagram.
Sebaliknya, jika sebuah aktivitas membutuhkan banyak waktu tetapi hampir tidak menghasilkan customer, strategi tersebut dapat dievaluasi.
Pencatatan keuangan juga membantu melihat apakah peningkatan penjualan benar-benar memberikan keuntungan. Simak Cara Mencatat Keuangan Bisnis Online untuk Pemula.
Contoh Strategi Penjualan Online Sederhana
Misalnya Kakak memiliki bisnis makanan rumahan.
Strateginya dapat dibuat seperti berikut:
Target: pekerja dan mahasiswa di sekitar area pengiriman.
Produk utama: tiga menu yang paling banyak diminati.
Konten: foto makanan, video proses pembuatan, informasi menu, testimoni, dan promo.
Katalog: semua menu ditampilkan dalam satu katalog online lengkap dengan foto, harga, dan deskripsi.
Promosi: Instagram dan WhatsApp Status.
Alur pembelian: customer melihat konten → membuka katalog → memilih menu → menghubungi WhatsApp → melakukan pemesanan.
Evaluasi: catat produk yang paling banyak terjual dan sumber customer setiap minggu.
Strategi tersebut sudah cukup untuk menjadi dasar. Tidak perlu langsung membuat sistem yang kompleks sebelum bisnis benar-benar membutuhkannya.
Kesalahan yang Perlu Dihindari
Ada beberapa kesalahan yang sering membuat strategi penjualan menjadi tidak efektif.
Menggunakan terlalu banyak platform
Banyak akun tidak selalu berarti lebih banyak penjualan. Fokus pada saluran yang mampu dikelola dengan konsisten.
Terlalu sering memberikan diskon
Jika setiap penjualan bergantung pada diskon, customer dapat terbiasa menunggu promo.
Tidak memiliki alur pembelian
Customer sudah tertarik tetapi tidak tahu harus melakukan apa selanjutnya.
Informasi produk tidak lengkap
Customer harus bertanya berulang kali hanya untuk mengetahui harga, ukuran, atau variasi.
Tidak mencatat hasil
Tanpa data sederhana, sulit mengetahui aktivitas mana yang benar-benar memberikan hasil.
Cara Memulai Strategi Penjualan dari Nol
Jika bisnis belum memiliki strategi sama sekali, gunakan urutan sederhana berikut:
1. Tentukan target customer.
2. Pilih produk utama.
3. Siapkan informasi produk dan harga.
4. Buat katalog yang mudah dibagikan.
5. Pilih satu atau dua saluran promosi.
6. Buat konten secara konsisten.
7. Arahkan customer ke katalog atau WhatsApp.
8. Catat hasil penjualan.
9. Evaluasi setiap minggu atau bulan.
Setelah proses tersebut berjalan, strategi dapat dikembangkan berdasarkan data yang sudah terkumpul.
Kesimpulan
Cara membuat strategi penjualan online untuk pemula tidak harus dimulai dari rencana yang rumit. Hal terpenting adalah memahami target customer, memilih produk yang ingin difokuskan, menyiapkan informasi yang jelas, menentukan saluran promosi, dan membuat alur pembelian yang mudah.
Strategi juga perlu dievaluasi secara berkala. Data sederhana mengenai penjualan, produk, promosi, dan customer dapat membantu pemilik bisnis mengetahui apa yang perlu dipertahankan dan apa yang perlu diperbaiki.
Untuk bisnis yang sedang mulai membangun penjualan online, Qlike dapat membantu menata produk dalam katalog digital yang berisi foto, nama, harga, deskripsi, dan kategori. Satu tautan katalog dapat dibagikan melalui media sosial atau WhatsApp sehingga customer memiliki tempat yang jelas untuk melihat produk sebelum melanjutkan pemesanan.



