Promo sering menjadi salah satu cara yang digunakan bisnis untuk menarik perhatian customer. Mulai dari diskon, voucher, gratis ongkir, bonus produk, hingga paket bundling dapat membuat sebuah penawaran terlihat lebih menarik.
Namun, memberikan promo bukan berarti harus selalu memotong harga sebesar-besarnya. Jika tidak dihitung dengan baik, diskon yang terlalu besar justru dapat mengurangi keuntungan atau membuat bisnis kesulitan menutup biaya operasional.
Lalu, bagaimana cara membuat promo jualan yang menarik tetapi tetap menguntungkan?
1. Tentukan Tujuan Promo
Sebelum membuat promo, tentukan terlebih dahulu apa yang ingin dicapai.
Promo untuk mendapatkan customer baru tentu berbeda dengan promo untuk menghabiskan stok lama atau meningkatkan jumlah pembelian dari customer yang sudah pernah membeli.
Beberapa tujuan promo yang umum antara lain:
menarik customer baru
meningkatkan jumlah pembelian
memperkenalkan produk baru
menghabiskan stok tertentu
meningkatkan penjualan pada periode tertentu
membuat customer membeli kembali
Tujuan yang jelas akan membantu Anda menentukan jenis promo yang tepat.
Jangan membuat diskon hanya karena kompetitor sedang memberikan diskon. Pastikan promo tersebut memang memiliki fungsi bagi bisnis Anda.
2. Hitung Keuntungan Sebelum Memberikan Diskon
Hal pertama yang perlu diketahui adalah biaya sebenarnya dari produk.
Misalnya sebuah produk memiliki biaya:
bahan atau harga beli: Rp25.000
kemasan: Rp3.000
biaya operasional per produk: Rp2.000
Total biaya menjadi Rp30.000.
Jika harga jual normal adalah Rp45.000, maka keuntungan kotor sebelum biaya promo adalah Rp15.000.
Dari sini Anda dapat menentukan batas diskon yang masih masuk akal.
Perhitungan sederhana seperti ini penting agar promo tidak hanya terlihat menarik bagi customer, tetapi juga tetap sehat untuk bisnis.
Untuk memahami dasar perhitungan harga, baca Cara Menentukan Harga Jual Produk untuk Pemula.
3. Tidak Semua Promo Harus Berupa Diskon
Diskon memang mudah dipahami customer, tetapi bukan satu-satunya bentuk promo.
Anda dapat menggunakan penawaran lain seperti:
beli 2 lebih hemat
bonus produk tertentu
paket bundling
gratis ongkir dengan minimum pembelian
voucher untuk pembelian berikutnya
bonus khusus untuk pembelian dalam jumlah tertentu
Misalnya harga satu produk Rp30.000.
Daripada memberikan diskon 20% untuk semua pembelian, Anda dapat membuat paket:
1 produk: Rp30.000
2 produk: Rp55.000
Customer mendapatkan harga yang lebih menarik, sementara Anda memiliki peluang meningkatkan jumlah produk yang terjual dalam satu transaksi.
4. Gunakan Minimum Pembelian
Minimum pembelian dapat membantu menjaga nilai transaksi ketika memberikan promo.
Contohnya:
Gratis ongkir untuk pembelian minimal Rp100.000.
Customer memiliki alasan untuk menambah produk agar mendapatkan keuntungan dari promo tersebut.
Cara ini dapat lebih efektif dibandingkan memberikan keuntungan yang sama kepada semua transaksi, termasuk transaksi dengan nilai sangat kecil.
Pastikan minimum pembelian tetap realistis. Jika terlalu tinggi dibandingkan harga rata-rata produk Anda, customer mungkin tidak tertarik.
5. Buat Paket atau Bundling Produk
Bundling adalah cara menggabungkan beberapa produk menjadi satu penawaran.
Contohnya, bisnis makanan dapat membuat:
Paket Hemat:
1 nasi + 1 lauk + 1 minuman
Atau bisnis fashion dapat membuat:
Paket Outfit:
1 atasan + 1 bawahan dengan harga khusus.
Bundling dapat membantu customer karena mereka tidak perlu memilih produk satu per satu. Bagi penjual, cara ini juga dapat meningkatkan jumlah produk dalam satu transaksi.
Pilih kombinasi produk yang memang saling berhubungan. Jangan menggabungkan produk secara acak hanya agar stok cepat habis.
6. Berikan Bonus yang Biayanya Terkendali
Bonus dapat terasa lebih menarik daripada diskon karena customer mendapatkan sesuatu tambahan.
Misalnya:
“Beli 3, dapat bonus 1.”
Namun, bonus harus tetap dihitung berdasarkan biaya.
Jika memberikan bonus produk yang biaya produksinya tinggi, keuntungan Anda bisa berkurang lebih besar daripada memberikan diskon kecil.
Pilih bonus yang memiliki biaya relatif rendah tetapi tetap memiliki nilai bagi customer.
Contohnya dapat berupa sample, akses produk digital tambahan, kemasan tertentu, atau bonus lain yang relevan dengan produk utama.
7. Buat Promo dengan Batas Waktu yang Jelas
Promo yang selalu tersedia lama-kelamaan bisa kehilangan daya tarik.
Jika memang memiliki alasan yang jelas, gunakan periode promo tertentu.
Contohnya:
Promo akhir pekan — berlaku Jumat sampai Minggu.
Atau:
Harga launching — berlaku sampai 30 September.
Batas waktu membantu customer memahami kapan penawaran tersebut berakhir.
Namun, hindari membuat batas waktu palsu atau mengulang promo “hari terakhir” setiap hari. Informasi promo sebaiknya tetap jujur dan sesuai kondisi sebenarnya.
8. Pastikan Customer Mudah Memahami Promo
Promo yang terlalu rumit justru dapat membuat customer bingung.
Hindari membuat aturan yang membutuhkan terlalu banyak penjelasan.
Contoh yang sederhana:
Beli 2 produk, hemat Rp10.000.
Lebih mudah dipahami dibandingkan promo dengan banyak syarat yang harus dihitung sendiri oleh customer.
Saat membuat materi promosi, pastikan informasi penting terlihat jelas:
produk yang ikut promo
harga normal
harga promo jika relevan
periode promo
minimum pembelian
syarat dan ketentuan
cara mendapatkan promo
Anda juga dapat membaca Cara Membuat Konten Promosi Produk yang Menarik untuk Jualan Online untuk mempelajari cara menyampaikan penawaran dengan lebih menarik.
9. Tampilkan Promo di Katalog Produk
Jika Anda sudah memiliki katalog online, manfaatkan katalog tersebut untuk membantu customer menemukan produk yang sedang ditawarkan.
Misalnya, Anda memiliki:
Produk Terlaris
Paket Hemat
Promo Minggu Ini
Customer dapat langsung melihat produk dan informasi harganya tanpa harus mencari melalui banyak postingan.
Pastikan harga dan informasi promo di katalog selalu diperbarui. Jangan sampai customer melihat harga promo yang sebenarnya sudah berakhir.
Pelajari juga Cara Membuat Katalog Produk yang Menarik agar Customer Mau Membeli agar katalog tidak hanya berfungsi sebagai daftar produk, tetapi juga membantu customer mengambil keputusan.
10. Promosikan ke Customer yang Tepat
Tidak semua orang membutuhkan promo yang sama.
Misalnya Anda menjual produk makanan untuk sarapan. Promosi kepada orang yang memang berada di area layanan dan memiliki kebutuhan tersebut kemungkinan lebih relevan dibandingkan menyebarkannya secara acak.
Anda dapat menggunakan:
Instagram
TikTok
WhatsApp Status
komunitas yang relevan
customer sebelumnya
Pilih media berdasarkan tempat target customer Anda berada.
Jika menggunakan WhatsApp, hindari mengirim pesan promo secara massal kepada orang yang tidak pernah berinteraksi dengan bisnis Anda.
11. Gunakan Promo untuk Meningkatkan Pembelian Ulang
Promo tidak harus selalu digunakan untuk mendapatkan customer baru.
Anda juga dapat memberikan penawaran kepada customer yang sudah pernah membeli.
Contohnya:
“Terima kasih sudah berbelanja. Gunakan voucher Rp10.000 untuk pembelian berikutnya.”
Cara ini dapat menjadi alasan bagi customer untuk kembali tanpa harus memberikan diskon besar kepada semua orang.
Anda juga dapat membuat promo berdasarkan jumlah pembelian tertentu.
Misalnya:
“Belanja 5 kali, dapat bonus produk.”
Strateginya dapat disesuaikan dengan karakter bisnis dan frekuensi pembelian customer.
12. Ukur Apakah Promo Benar-Benar Berhasil
Jangan menilai promo hanya berdasarkan banyaknya orang yang menyukai postingan.
Lihat hasil yang lebih dekat dengan tujuan bisnis.
Misalnya:
berapa orang menggunakan promo?
berapa transaksi yang dihasilkan?
berapa nilai rata-rata transaksi?
berapa keuntungan setelah promo?
apakah ada customer baru?
apakah customer melakukan pembelian ulang?
Contohnya, sebuah promo mendapatkan banyak komentar tetapi hanya menghasilkan sedikit transaksi. Promo tersebut mungkin menarik perhatian, tetapi belum tentu efektif menghasilkan penjualan.
Sebaliknya, promo dengan jumlah interaksi lebih sedikit dapat menghasilkan transaksi yang lebih banyak.
Contoh Promo untuk Bisnis Kecil
Misalnya Anda menjual makanan dengan harga Rp30.000 per porsi.
Daripada langsung memberikan diskon besar, Anda dapat mencoba:
Promo 1 — Bundling
2 porsi dari Rp60.000 menjadi Rp55.000.
Promo 2 — Minimum pembelian
Gratis ongkir untuk pembelian minimal Rp100.000.
Promo 3 — Bonus
Pembelian 4 porsi mendapatkan 1 minuman gratis.
Setiap pilihan memiliki tujuan berbeda.
Bundling mendorong customer membeli lebih banyak produk, minimum pembelian meningkatkan nilai transaksi, sedangkan bonus dapat digunakan untuk memberikan nilai tambahan tanpa harus mengurangi harga semua produk.
Sebelum memilih salah satunya, hitung biaya dan margin yang Anda miliki.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Promo
Ada beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.
Memberikan diskon terlalu besar.
Promo memang meningkatkan daya tarik, tetapi margin yang terlalu kecil dapat membuat bisnis sulit berkembang.
Tidak menghitung biaya.
Harga jual terlihat menguntungkan sebelum promo, tetapi setelah diskon dan biaya tambahan ternyata keuntungan sangat kecil.
Terlalu sering mengadakan promo.
Jika setiap minggu selalu ada diskon besar, customer dapat terbiasa menunggu promo sebelum membeli.
Syarat promo terlalu rumit.
Customer akhirnya tidak memahami keuntungan yang ditawarkan.
Tidak memperbarui informasi.
Promo sudah berakhir tetapi masih tercantum di katalog atau postingan.
Mengikuti promo kompetitor tanpa perhitungan.
Setiap bisnis memiliki biaya dan margin yang berbeda. Promo yang cocok untuk bisnis lain belum tentu cocok untuk bisnis Anda.
Cara Membuat Promo yang Sederhana
Jika Anda baru mulai berjualan, tidak perlu membuat banyak jenis promo sekaligus.
Coba gunakan proses sederhana:
1. Tentukan tujuan
Misalnya ingin meningkatkan jumlah produk dalam satu transaksi.
2. Hitung margin
Ketahui batas keuntungan yang masih aman.
3. Pilih jenis promo
Gunakan bundling, bonus, minimum pembelian, atau diskon sesuai tujuan.
4. Tentukan periode
Buat waktu promo yang jelas.
5. Tampilkan dengan sederhana
Pastikan customer langsung memahami penawarannya.
6. Ukur hasilnya
Bandingkan penjualan dan keuntungan sebelum dan selama promo.
Setelah mengetahui hasilnya, Anda dapat mempertahankan promo yang efektif dan menghentikan promo yang tidak memberikan hasil yang cukup.
Kesimpulan
Cara membuat promo jualan yang menarik tidak selalu berarti memberikan diskon sebesar mungkin. Promo yang baik adalah promo yang memberikan alasan bagi customer untuk membeli sekaligus tetap masuk akal bagi kondisi bisnis.
Mulailah dengan menentukan tujuan, menghitung biaya dan margin, kemudian pilih bentuk promo yang sesuai. Bundling, minimum pembelian, bonus, dan voucher dapat menjadi alternatif selain diskon langsung.
Yang tidak kalah penting, sampaikan promo dengan jelas dan ukur hasilnya. Dengan begitu, Anda tidak hanya membuat promo yang terlihat menarik, tetapi juga dapat mengetahui apakah promo tersebut benar-benar membantu bisnis berkembang.
Buat Customer Lebih Mudah Menemukan Produk
Setelah promo dibuat, pastikan customer tidak kesulitan melihat produk yang tersedia.
Dengan katalog online Qlike, Anda dapat menampilkan produk, foto, harga, kategori, dan deskripsi dalam satu link. Link tersebut dapat dibagikan melalui Instagram, WhatsApp, TikTok, maupun media sosial lainnya.
Customer dapat melihat katalog terlebih dahulu, memilih produk yang diinginkan, kemudian melanjutkan pemesanan melalui WhatsApp.
Dengan alur yang sederhana, promo tidak berhenti sebagai postingan, tetapi dapat mengarahkan customer menuju proses pembelian.

