Cara Membuat Katalog Produk Online untuk Jualan di WhatsApp

Cara Membuat Katalog Produk Online untuk Jualan di WhatsApp

Admin Qlike
Admin Qlike
Aug 29, 2026
6 min read
2 views

Banyak orang sudah mulai berjualan melalui WhatsApp. Namun, semakin banyak produk yang dijual, semakin sulit juga jika semua informasi produk hanya dikirim melalui chat.

Customer harus bertanya satu per satu:

“Ada warna apa saja?”

“Harganya berapa?”

“Ada ukuran L?”

“Boleh lihat produknya?”

Kalau terjadi terus-menerus, waktu penjual bisa habis hanya untuk menjawab pertanyaan yang sebenarnya bisa diberikan sejak awal.

Salah satu solusinya adalah menggunakan katalog produk online.

Dengan katalog online, customer bisa melihat produk, harga, foto, dan informasi lainnya melalui satu link yang dapat dibagikan melalui WhatsApp.

Apa Itu Katalog Produk Online?

Katalog produk online adalah halaman digital yang berisi daftar produk yang dijual oleh sebuah bisnis.

Berbeda dengan katalog dalam bentuk PDF atau kumpulan foto yang dikirim melalui chat, katalog online dapat dibuka menggunakan browser melalui sebuah link.

Misalnya, daripada mengirim:

  • Foto produk 1

  • Foto produk 2

  • Foto produk 3

  • Daftar harga

  • Deskripsi produk

secara terpisah melalui WhatsApp, penjual cukup mengirimkan satu link katalog.

Customer kemudian dapat membuka link tersebut dan melihat berbagai produk yang tersedia.

Katalog online sangat cocok untuk bisnis yang menggunakan WhatsApp sebagai tempat berkomunikasi dan menerima pesanan.


Kenapa Jualan di WhatsApp Membutuhkan Katalog Online?

WhatsApp memang praktis untuk berkomunikasi dengan customer. Namun, chat bukanlah tempat yang ideal untuk menampilkan banyak produk.

Bayangkan seorang customer ingin melihat 20 produk.

Jika semua produk dikirim melalui chat, percakapan bisa menjadi panjang dan informasi produk mudah tertumpuk oleh pesan lainnya.

Dengan katalog online, alurnya menjadi lebih sederhana:

Customer mendapatkan link → membuka katalog → melihat produk → memilih produk → menghubungi penjual melalui WhatsApp.

Penjual tetap bisa menggunakan WhatsApp untuk berkomunikasi, tetapi customer mendapatkan tempat yang lebih rapi untuk melihat produk.


Apa Saja yang Harus Ada di Katalog Produk?

Katalog yang baik tidak harus rumit. Yang terpenting adalah customer dapat memahami produk dengan mudah.

Beberapa informasi yang sebaiknya tersedia antara lain:

1. Foto Produk

Gunakan foto yang jelas dan memiliki pencahayaan yang cukup.

Foto adalah salah satu informasi pertama yang dilihat customer. Jika foto terlalu gelap, buram, atau tidak menunjukkan produk dengan jelas, customer bisa ragu untuk melanjutkan pembelian.

Tidak harus menggunakan kamera profesional.

Untuk banyak jenis bisnis, foto menggunakan smartphone sudah cukup selama pencahayaan dan komposisinya baik.

2. Nama Produk

Gunakan nama produk yang mudah dipahami.

Hindari nama yang terlalu pendek jika dapat membuat customer bingung.

Contohnya:

Kurang jelas:

“Premium 01”

Lebih jelas:

“Kaos Oversize Cotton Combed 24s”

Nama produk yang jelas juga membantu customer ketika ingin menanyakan produk melalui WhatsApp.

3. Harga

Sebaiknya harga ditampilkan dengan jelas.

Customer tidak perlu bertanya:

“Kak, ini berapa harganya?”

Jika memang harga produk berbeda berdasarkan ukuran, varian, atau jumlah pembelian, jelaskan perbedaannya di informasi produk.

Transparansi harga membuat proses pembelian menjadi lebih sederhana.

4. Deskripsi Produk

Deskripsi tidak perlu terlalu panjang.

Tuliskan informasi yang memang dibutuhkan customer, misalnya:

  • bahan

  • ukuran

  • warna

  • berat

  • isi produk

  • variasi

  • kegunaan

  • informasi penting lainnya

Tujuannya bukan membuat deskripsi sepanjang mungkin, tetapi membantu customer mengambil keputusan.

5. Kategori Produk

Jika memiliki banyak produk, gunakan kategori.

Contohnya:

  • Semua Produk

  • Makanan

  • Minuman

  • Fashion

  • Aksesoris

  • Promo

Dengan kategori, customer tidak perlu mencari produk satu per satu.


Cara Membuat Katalog Produk Online

Ada beberapa cara untuk membuat katalog produk online.

Cara 1: Membuat Website Sendiri

Jika memiliki kemampuan teknis, katalog dapat dibuat menggunakan website sendiri.

Keuntungannya adalah tampilan dan fitur dapat dikustomisasi sesuai kebutuhan.

Namun, cara ini membutuhkan lebih banyak pekerjaan karena perlu memikirkan hosting, domain, desain, database, keamanan, dan pemeliharaan website.

Bagi pemilik UMKM yang hanya membutuhkan katalog untuk menampilkan produk dan menerima pesanan, membuat website dari nol bisa menjadi pekerjaan yang terlalu besar.

Cara 2: Menggunakan Platform Katalog Online

Cara yang lebih sederhana adalah menggunakan platform yang memang dibuat untuk membantu bisnis membuat katalog online.

Dengan cara ini, penjual tidak perlu membangun sistem dari awal.

Umumnya prosesnya cukup:

Daftar → tambahkan produk → atur katalog → bagikan link.

Salah satu pilihan yang dapat digunakan adalah Qlike.

Qlike memungkinkan penjual membuat katalog online yang dapat dibagikan kepada customer melalui sebuah link.

Jadi, penjual dapat tetap menggunakan WhatsApp sebagai media komunikasi dan pemesanan tanpa harus membuat website sendiri dari nol.


Cara Membagikan Katalog ke Customer melalui WhatsApp

Setelah katalog selesai dibuat, jangan hanya menyimpannya.

Bagikan link katalog di tempat yang memang sering digunakan customer.

Misalnya:

WhatsApp

Kirim link katalog ketika customer menanyakan produk.

Contoh:

“Halo Kak, semua produk dan harganya bisa dilihat di katalog kami ya 😊
[link katalog]”

WhatsApp Status

Link katalog juga dapat dibagikan melalui status WhatsApp.

Misalnya:

Katalog terbaru sudah tersedia! 🛍

Lihat semua produk dan harga di sini:

[link katalog]

Instagram

Link katalog dapat ditempatkan pada bio Instagram sehingga customer dapat langsung menuju halaman produk.

Media Sosial Lainnya

Jika bisnis juga menggunakan TikTok, Facebook, atau platform lainnya, link katalog dapat digunakan sebagai salah satu tujuan bagi customer yang ingin melihat produk.


Bagaimana Membuat Katalog yang Bisa Mengarahkan Customer ke WhatsApp?

Katalog online sebaiknya tidak hanya berfungsi sebagai tempat melihat produk.

Customer juga harus memiliki jalur yang jelas untuk melakukan pemesanan.

Contohnya:

Lihat Produk → Pilih Produk → Klik Pesan → WhatsApp

Dengan alur seperti ini, customer tidak perlu kembali mencari nomor WhatsApp penjual secara manual.

Semakin sedikit langkah yang harus dilakukan customer, semakin sederhana pula proses pembeliannya.


Tips Membuat Katalog Produk yang Lebih Menarik

Gunakan Foto yang Konsisten

Jika setiap foto memiliki ukuran, pencahayaan, dan latar belakang yang berbeda jauh, katalog bisa terlihat kurang rapi.

Usahakan foto produk memiliki gaya yang konsisten.

Jangan Memasukkan Terlalu Banyak Informasi

Katalog bukan tempat untuk menulis semua hal tentang bisnis.

Prioritaskan informasi yang memang dibutuhkan customer untuk memahami produk.

Tampilkan Produk Terbaik

Jika memiliki banyak produk, letakkan produk yang paling populer atau paling penting pada posisi yang mudah ditemukan.

Pastikan Link Mudah Dibuka di HP

Sebagian besar customer yang datang dari WhatsApp akan membuka katalog melalui smartphone.

Karena itu, katalog harus nyaman digunakan pada layar kecil.

Perbarui Produk Secara Berkala

Jangan sampai customer menemukan produk yang sudah habis atau harga yang sudah tidak berlaku.

Katalog yang selalu diperbarui akan terlihat lebih profesional dan mengurangi kesalahpahaman saat transaksi.


Apakah Katalog Online Cocok untuk Semua Bisnis?

Tidak semua bisnis membutuhkan sistem yang kompleks.

Namun, katalog online dapat sangat membantu bisnis yang memiliki beberapa produk dan menggunakan WhatsApp sebagai salah satu saluran penjualan.

Contohnya:

  • toko fashion

  • makanan dan minuman

  • toko kue

  • kosmetik

  • aksesoris

  • kerajinan

  • reseller

  • distributor

  • jasa dengan daftar paket

  • UMKM lainnya

Jika customer sering bertanya mengenai produk, harga, atau pilihan yang tersedia, katalog online dapat membantu memberikan informasi tersebut sebelum customer memulai percakapan.


Katalog Online Bukan Pengganti WhatsApp

Menggunakan katalog online bukan berarti harus meninggalkan WhatsApp.

Justru keduanya dapat digunakan bersama.

Katalog online digunakan untuk menampilkan produk.

WhatsApp digunakan untuk berkomunikasi dan menerima pesanan.

Contoh alurnya:

Instagram

Link katalog

Customer melihat produk

Customer memilih produk

WhatsApp

Penjual memproses pesanan

Dengan pembagian tersebut, customer tidak perlu mendapatkan seluruh informasi melalui chat.


Buat Katalog Online Tanpa Membuat Website dari Nol

Jika kebutuhanmu hanya ingin memiliki katalog produk yang rapi dan bisa dibagikan melalui WhatsApp, kamu tidak harus membuat website sendiri.

Qlike dapat digunakan untuk membuat katalog online, menambahkan produk, dan membagikan link katalog kepada customer.

Kamu bisa mulai dari produk yang sudah dimiliki dan mengembangkan katalog secara bertahap.

Buat katalog online untuk bisnismu dengan Qlike dan bagikan link-nya kepada customer.

Mulai menggunakan Qlike


Kesimpulan

Jualan melalui WhatsApp memang praktis, tetapi semakin banyak produk yang dimiliki, semakin sulit jika semua informasi hanya diberikan melalui chat.

Katalog produk online dapat menjadi solusi sederhana untuk membuat produk, harga, foto, dan informasi lainnya lebih mudah dilihat oleh customer.

Kamu tidak harus langsung membuat website yang kompleks.

Mulai dari hal yang paling penting:

Tampilkan produk → berikan informasi yang jelas → bagikan katalog → arahkan customer ke WhatsApp.

Dengan alur yang sederhana, customer dapat melihat produk terlebih dahulu sebelum memulai percakapan dengan penjual.

Dan jika kamu membutuhkan cara sederhana untuk membuat katalog online tanpa membangun website dari nol, Qlike dapat menjadi salah satu pilihan untuk memulainya.